BANDUNG, MP-POLRI — Hari ini, sebuah organisasi yang dekat dengan hati kami menginjak usia yang ke-21 tahun. Perayaan yang sederhana, namun memicu pertanyaan mendalam dalam benak saya: “Bagaimana sebenarnya kita menghitung waktu?”Saya sendiri tercatat akan berusia 40 tahun pada 26 Mei 2026—setidaknya begitulah menurut kalender Masehi yang terpasang di dinding kantor. Namun, sebuah perenungan sore ini membuat saya tersadar: apakah itu benar-benar usia saya yang sesungguhnya?

Ilusi Waktu yang Kita Jalani
Kebanyakan dari kita—termasuk saya—terbiasa merayakan ulang tahun berdasarkan kalender Gregorian (Masehi). Kita menunggu tanggal yang sama dengan di KTP, memesan kue, lalu meniup lilin. Ini adalah rutinitas yang menyenangkan, tetapi secara matematis dan spiritual, mungkin menyesatkan bagi seorang Muslim.
Ada sistem perhitungan lain yang lebih fundamental bagi kita: “Kalender Hijriah”.
Inilah fakta matematika yang sering terlupakan: satu tahun Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan tahun Masehi. Mungkin terdengar sepele jika hanya satu tahun. Namun, waktu memiliki cara kerjanya sendiri dalam berakumulasi.Dalam rentang empat dekade (40 tahun), selisih 11 hari ini menumpuk menjadi angka yang mengejutkan: sekitar 1 tahun 2 bulan.

Apa Artinya Bagi Anda?
Implikasinya sederhana namun menohok. Jika secara hitungan Masehi Anda merasa baru akan berusia 40 tahun pada tahun ini, dalam perhitungan Hijriah—perhitungan yang digunakan untuk baligh dan kewajiban syariat—Anda “sudah” melewati usia 40 tahun lebih dari setahun yang lalu.
Saya yang merasa masih punya waktu hingga Mei 2026 untuk bersiap menyambut “kepala empat”? Ternyata saya sudah melewati gerbang usia matang itu sejak akhir 2024 lalu.
Waktu bergerak lebih cepat dari kalender di meja kerja kita. Pertanyaannya sekarang, jika usia kita ternyata lebih tua dari yang kita kira, sudahkah bekal kita cukup?

(Bersambung ke Bagian 2: Misteri Angka 40: Mengapa Ini Menjadi Titik Balik Spiritual?)

(Regicy | Redaksi Keislaman dan Gaya Hidup)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini