
Kudus, MP-POLRI – Bertempat di kedai Embe jl. Bae-Besito Kudus pada Jum’at Sore (02/01/2026)
Puluhan aktivis dan wartawan kabupaten Kudus berkumpul dan berkoordinasi dengan dikomandoi oleh aktivis kawakan Mbarsidi, S.H. (Ketua Jurnalis Independent Kudus)
Dalam orasinya Mbarsidi menyoroti berbagai aspek permasalahan yang terjadi di lingkup Kabupaten Kudus
Dalam catatannya ia menitikberatkan pada masalah birokrasi dan juga masalah yang sedang hangat diperbincangkan diperbincangkan dikalangan Warga masyarakat Kudus yakni tampilnya atlet dance sport di pendopo kabupaten Kudus beberapa hari lalu yang mengundang kegaduhan publik
Pihaknya sangat sangat menyayangkan atas terselenggaranya sajian dance sport di pendopo kabupaten Kudus dirasa sangat tidak pantas untuk ditampilkan di tempat yang sakral seperti Pendopo Kabupaten Kudus dimana kejadian itu menjadi buah bibir dikalangan masyarakat Kudus yang notabenenya Kudus Terkenal dengan julukan Gusjigang(bagus ngaji dan dagang) dan mendapat kecaman dari berbagai pihak
Atas kegaduhan tersebut pihaknya menyarankan untuk Ketua KONI Kabupaten Kudus untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya karena sudah membuat kegaduhan dilingkungan masyarakat Kudus dan sudah mencoreng Marwah Pemerintah Kabupaten Kudus
Tak hanya isu kegaduhan akibat KONI Kudus pihaknya juga menyoroti gelaran pesta rakyat Dandangan yang akan diselenggarakan pada waktu dekat ini
Mbarsidi menyoroti tajam tentang mahalnya harga sewa tenda yang dibebankan pada pelaku UMKM
Menurutnya harga tersebut sangat mahal dan membebani pelaku UMKM kecil
Dimana peran Pemerintah Kabupaten Kudus sebagai pelindung dan pengayom UMKM kenapa malah justru membebani pelaku UMKM inikan event pemerintah daerah kenapa tidak langsung di pegang oleh dinas terkait
Ia berharap agar pemerintah kabupaten Kudus bisa segera membenahi dan menata ulang event tahunan ini karena ini sangat memberatkan bagi para pelaku UMKM lokal.
( NR )



