
REJANG LEBONG,MP POLRI – Rakyat kurang mampu pemakai gas elpiji 3 kg alias gas melon menjerit. Pasalnya beberapa hari terakhir harga gas melon melambung hingga Rp 40.000 pertabung di warung warung ecera. Kendati rakyat.memjerit tapi Pertamina terkesan ” tutup mata” dengan kondisi rakyat di lapangan. Mereka beralasan soal harga di warung bukan kewenangan Pertamina. ” Kami mengawasi dari agen ke pangkalan. Kalau sudah ke pengecer atau warung itu bukan kewenangan kami,” tegas Noval Pratama SBM Pertamina Bengkulu di Bengkulu Senin, (22/12/2025).
Lanjut Noval, alur dari penyaluran gas elpiji 3 kg yakni Agen berkontrak ke Pertamina. Selanjutnya, Agen menyalurkan ke pangkalan pangkalan di kota / kabupaten. ” Untuk di Rejang Lebong ada 4 agen penyalur gas elpiji 3 kg itu,” tandas Noval.
Sidak Ecek- ecek Pangkalan Masih Jual Elpiji 3 Kg di Atas HET
Sementara itu menindak lanjuti tingginya harga gas melon. Disperindag bersama Pertamina, Polres, Kodim hingga pemilik Agen beserta wartawan Sidak ke Pangkalan.
Awalnya ke Kelurahan Banyumas ditemukan pengecer gas elpiji yang menyimpang tabung kosong hingga 80 tabung. Febri, yang mengaku pemilik usaha mengatakan mendapatkan gas dari pengecer di warung warung di sepanjang jalan. ” Kami beli Rp 27.000 kami jual Rp 32.000. itu pangkalan sebelah jual Rp 23.000 sebentar habis,” ujar Febri.
Selanjutnya rombongan ke Pangkalan Zulkarnain di Kelurahan Batu Galing. Disini dia menjual gas melon Rp 23.000 pertabung. Padahal terpampang jelas HET Rp 20.000 pertabung. ” Kami jual Rp 23.000 pak,” kata Zul.
Di luar pagar emak emak yang antri berteriak biar lah Rp 23.000 pertabung. ” Asal Ado pak. Kami Idak protes, kami setuju,” teriak emak emak.
Kadis Perindagkop Anes Rahman mengatakan hasil Sidak akan dilaporkan ke Bupati. ” Kita buat dulu laporan ke Bupati melalui Bag Ekonomi,” singkat Anes.
(Tim).



