
REJANG LEBONG, MP-POLRI – Layanan kebersihan di pusat pemerintahan Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu mendadak lumpuh pada Senin (8/12/2025). Sejak pagi hari, tidak terlihat satu pun petugas kebersihan yang biasanya bertugas menyapu dan mengangkut sampah di area kantor DPRD serta kantor Pemda Rejang Lebong. Akibatnya, tumpukan sampah dibiarkan menggunung dan menimbulkan aroma tak sedap di kawasan yang biasanya bersih dan tertata.
Kondisi tersebut bukan tanpa alasan. Para petugas kebersihan akhirnya buka suara dan mengungkap bahwa mereka belum menerima honor selama dua bulan terakhir.Situasi ini membuat mereka terpaksa menghentikan aktivitas bekerja sebagai bentuk protes atas keterlambatan pembayaran.
Pengakuan Petugas “Kami Bukan Cari Kaya, Kami Mau Makan
E, salah satu petugas kebersihan, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui di lokasi. Ia menyatakan bahwa tunggakan gaji telah membuat kondisi ekonomi mereka semakin berat.
“Bagaimana kami mau bekerja dengan baik kalau gaji dua bulan belum dibayar? Kami bukan mencari kekayaan, Pak. Kami hanya mau makan untuk keluarga. Sudah dua bulan kami tidak terima gaji,” ujarnya dengan nada kecewa.
E, juga menceritakan bahwa mereka telah berupaya meminta kejelasan kepada pemerintah daerah, termasuk mengirim pesan WhatsApp kepada Bupati Rejang Lebong.
“Kami sudah chat Pak Bupati, tapi tidak ada tanggapan. Mungkin sibuk, mungkin tidak sempat urus hal seperti ini. Pak Kadis hanya bilang sabar terus. Sampai kapan kami harus sabar?” tambahnya.
Tetap Bekerja Meski Tanpa Gaji
Petugas lain, H, menegaskan bahwa mereka sebenarnya tetap melaksanakan tugas setiap hari, termasuk menyapu area Jalan Sukawati yang merupakan jalur padat aktivitas.
“Gaji ini untuk makan anak kami, bukan beli harta. Dua bulan kami bertahan tanpa gaji. Beras saja susah kami beli,” kata H.
Menurutnya, aksi mogok hari ini merupakan pilihan terakhir setelah berbagai upaya meminta kejelasan tak mendapatkan hasil.
Kadis DLH Akui Honor Belum Dibayar
Saat wartawan mencoba meminta klarifikasi ke kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Kebersihan Asli Samin tidak berada di ruangannya. Seorang staf menyebutkan bahwa pejabat tersebut sedang berada di luar kantor.
Melalui konfirmasi via telepon WhatsApp, Asli Samin membenarkan bahwa honor pekerja kebersihan memang belum dibayarkan. Ia menyebut penyebabnya adalah perubahan mekanisme pembayaran sejak Oktober 2025.
“Iya, memang belum dibayar. Karena sejak bulan Oktober yang melakukan pembayaran adalah pihak ketiga, artinya bukan tanggung jawab pihak kami lagi,” ujarnya singkat.
Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan keterlambatan pembayaran dari pihak ketiga tersebut maupun langkah-langkah penyelesaiannya.
Pelayanan Kebersihan Terganggu, Publik Mulai Mengeluh
Akibat aksi mogok ini, sejumlah aparatur dan warga yang datang ke pusat pemerintahan mulai mengeluhkan kondisi lingkungan yang kotor dan tidak nyaman. Sampah-sampah kering dan basah menumpuk di sudut-sudut halaman kantor, bahkan sebagian berserakan hingga ke jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong maupun pihak ketiga terkait kapan pembayaran honor akan dilakukan dan kapan para petugas dapat kembali bekerja.
(Red).



