Rejang Lebong, MP-POLRI – Tim investigasi lapangan menemukan sejumlah kejanggalan dalam proyek Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) TKN Sejahtera, yang merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di bawah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Ditjen PAUD Dasmen, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Minggu (23/11/2025).

Proyek yang dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp 1.519.153.000 ini dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) TKN Sejahtera Namun berdasarkan penelusuran awal, terdapat sejumlah indikasi ketidaksesuaian pada pelaksanaan fisik bangunan.

Pantauan langsung di lokasi pembangunan, Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong,Bengkulu menunjukkan adanya tiang-tiang bangunan yang terlihat retak pada beberapa bagian. Retakan ini muncul pada struktur yang seharusnya menjadi fondasi kekuatan gedung.

Sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran mengenai mutu material yang digunakan. “Retaknya bukan satu atau dua tiang saja. Dari yang kami lihat, retaknya memanjang. Kami khawatir ini karena campuran bahannya tidak sesuai,” ujar salah satu warga yang ditemui di sekitar lokasi.

Informasi lain yang diperoleh tim investigasi menyebutkan adanya dugaan penggunaan pasir luluk, yaitu pasir sungai yang cenderung lebih halus dan kurang padat, sehingga dapat mempengaruhi kekuatan beton jika tidak diolah dengan benar.

Selain itu, terdapat indikasi penggunaan semen dalam jumlah minim,yang berpotensi melemahkan struktur bangunan.

Salah satu temuan paling mencolok dalam investigasi ini adalah dugaan perubahan spesifikasi rangka bangunan. Sumber internal yang memahami rencana teknis menyebutkan bahwa proyek ini seharusnya menggunakan kerangka baja tetapi yang tampak di lokasi adalah kerangka berbahan kayu.

“Awalnya disebut rangka baja, tapi faktanya banyak bagian utama menggunakan kayu. Ini jelas membuat banyak pihak bertanya-tanya,” tutur seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya.

Jika informasi ini benar, maka perubahan material tersebut dapat berimplikasi serius pada ketahanan bangunan, terutama untuk fasilitas pendidikan yang digunakan anak usia dini.

Target Waktu Terancam Tidak Terpenuhi

Proyek USB TKN Sejahtera dijadwalkan berlangsung selama 120 hari,mulai 4 September hingga 27 Desember 2025. Namun, hasil investigasi menemukan beberapa bagian pekerjaan yang terlihat tertunda.

Seorang tokoh masyarakat setempat mengaku khawatir proyek tersebut tidak selesai tepat waktu“Kalau melihat progres saat ini, sepertinya tidak akan selesai sesuai jadwal. Padahal ini anggaran besar dan ditunggu masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu, setiap indikasi ketidaksesuaian, baik dari segi spesifikasi maupun kualitas material, perlu mendapat perhatian serius dari pihak jaksa dan kadisbud terkait,jangan cuma nengok-nengok bae.

Ketika ditemui wili selaku pelaksana lapangan wili mengaku memang pasirnyo kurang bagus. ” Insya allah sesuai jadwal selesai. Kini fisik sudah 70 persen. Kan sampai akhir Desember,” kata weli sebari menambahkan memang rangka atap dari kayu,waktu di konfirmasi zakaria kadisbud melalui wa tidak ada Respon.

( Fds/ Ju)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini