
Pemalang, MP-POLRI – Program UMKM (Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah) yang di selenggarakan oleh Pasar Tiban Karya Makmur di Lapangan Desa Pesantren Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang Jawa Tengah adalah salah satu Paguyuban di mana tempat berkumpulnya para pedagang dengan usaha kecil dalam menjual dagangannya.
Program UMKM tersebut juga selalu di gelorakan oleh Pemkab Pemalang di mana tujuan utamanya adalah agar perekonomian kerakyatan dapat berjalan dengan baik, Jumat (7/11/2025).
Kolaborasi lintas Media antara lain Media Purna Polri,LMP News dan Media Komando Bhayangkara dengan pelaku UMKM tidak lepas dari kerjasama yang baik dengan pihak Pemerintah Desa Pesantren.
Jumlah pedagang yang ikut serta dalam kegiatan UMKM tersebut berjumlah 38 pedagang dan ada pula salah satu kesenian budaya Jawa yaitu Sintren Sekar Tanjung dari wilayah Mojo Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang yang rencananya akan di gelar selama 3 hari dari Tanggal 7,8 dan 9 November 2025.
Salah satu pelaku UMKM Soni yang menjalankan usaha dengan menyewakan peralatan cuci piring mini dan mewarnai gambar anak mengatakan “Mudah-mudahan dengan adanya penggerak UMKM dari Paguyuban Pasar Tiban selanjutnya akan lebih meriah dan akan lebih ramai lagi pengunjung dan dapat meningkatkan penghasilan bagi kami pedagang kecil”,harapnya.
Secara terpisah Ketua Pasar Tiban Hadi Purwanto menjelaskan “Terima kasih atas dukungan dari rekan-rekan Media Purna Polri ,LMP News dan Media Komando Bhayangkara yang sudah memberikan semangat baru bagi pedagang kecil,semoga kedepannya akan lebih baik lagi kegiatan UMKM tersebut “,ujarnya.
Sementara pendorong dan sekaligus penggerak UMKM Adi dari Media Purna Polri menjelaskan “Kegiatan ini harus berjalan dan wajib berjalan karena dengan dukungan dari semua pihak maka tidak ada yang tidak mungkin”,tegasnya.
“Alhamdulillah dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Pesantren,Tokoh Pemuda,Polsek Ulujami,Koramil Ulujami dan Pemkab Pemalang yang sudah memberikan motivasi kepada kami selaku Awak Media agar berjalan bersama untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan”,tuturnya.
(AD1)



