
Rejang Lebong, MP-POLRI – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rejang Lebong, Lukman, memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebutkan bahwa kunjungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ke sejumlah madrasah di wilayah Rejang Lebong berkaitan dengan pemeriksaan keuangan.
Menurut Lukman, kegiatan BPKP bukan bertujuan untuk audit atau pemeriksaan keuangan, melainkan untuk memperoleh potret kondisi madrasah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan di daerah tersebut. “Tujuan utama BPKP adalah untuk melihat secara langsung bagaimana kesiapan dan pengelolaan madrasah dalam berbagai aspek, bukan untuk fokus pada keuangan,” tegas Lukman, di Rejang Lebong, Kamis (7/11/2025).
Kegiatan ini merupakan pengumpulan data dan potret madrasah yang dilakukan BPKP untuk menilai sejauh mana kesiapan lembaga pendidikan madrasah dalam pengelolaan berkelanjutan.
Dilakukan oleh BPKP, dengan koordinasi bersama Kemenag Kabupaten Rejang Lebong. Di delapan madrasah yang tersebar di wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu Kegiatan kunjungan dilakukan secara langsung pada awal November 2025.
Untuk memperoleh gambaran nyata mengenai administrasi, kurikulum, sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta peran pengawas madrasah dalam mendukung pendidikan Dengan cara kunjungan lapangan, observasi langsung, serta pengumpulan data di delapan madrasah terpilih sebagai sampel.
Lukman menambahkan, dari hasil kegiatan ini diharapkan BPKP dapat menyusun rekomendasi perbaikan agar pengelolaan madrasah di Rejang Lebong semakin optimal. “Alhamdulillah, ada delapan madrasah yang menjadi sampel dan dikunjungi langsung. Hasilnya nanti akan menjadi bahan evaluasi bersama. Jika ada kekurangan, akan menjadi catatan untuk diperbaiki,”jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Rejang Lebong berharap sinergi dengan BPKP dapat terus berlanjut demi terwujudnya madrasah berkualitas dan berdaya saing di masa mendatang.
(fds).



