Rejang Lebong, MP-POLRI – Proyek optimasi lahan non wara Rp 114, juta untuk pembuatan irigasi di Desa Sukamarga Kecamatan Curup Selatan Rejang Lebong Provinsi bengkulu disorot. Soalnya irigasi sepanjang 179 meter dengan lebar 1 meter itu tidak pakai pondasi bawah dan beton bertulang di atasnya. Selain itu pasir yang digunakan terduga pasir luluk. Irigasi yang dikerjakan oleh kelompok tani Sukamarga Mandiri itu diduga juga terlambat. Hingga Oktober 2025 pengerjaan baru berjalan sekitar 50 persen,Sabtu (17/10/2025).

Ketika ditemui Ketua Kelompok Tani Ramon membenarkan dapat bantuan tersebut. ” Ya pak dapat bantuan Rp 114 juta lebih ini untuk buat irigasi 179 meter. Luasan lahan kita ada 25 hektare,” kata Ramon.

Sedangkan Kabid Prasarana dan Sarana Distankan Rejang Lebong Aryanto, mengatakan ada 42 kelompok tani di Rejang Lebong dapat program Oplah dari Kementan. ”

Luasan lahan 950 hektare. Perhektar dapat bantuan Rp 4,6 juta. Total ada Rp 4,3 miliar lebih duitnyo langsung ke rekening kelompok,” kata Aryanto.

(Fds/ish)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini