
Doloksanggul, MP-POLRI – Polres Humbang Hasundutan menggelar kegiatan silaturahmi dan sinergi bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat dalam upaya menolak segala bentuk intoleransi antar umat beragama di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan, hari Kamis (31/7/25).
Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K didampingi Kasat Intelkam IPTU Jaspis Simanjuntak serta perwakilan Kesbangpol Pemkab Humbang Hasundutan, A. Sitorus, menggandeng berbagai elemen masyarakat lintas agama untuk menyampaikan himbauan terkait pentingnya menjaga kerukunan, saling menghargai, dan mencegah gesekan sosial yang dapat merusak keharmonisan.
Para tokoh yang hadir menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan responsif dari Kapolres dalam mengambil tindakan preventif, termasuk terobosan strategis untuk meredam potensi konflik antar masyarakat, suku, dan agama.
Hadir dalam kegiatan ini:
1. Fery J. Sitorus – Kaban Kesbangpol Kab. Humbahas.
2. Pdt. Robinsarhot Lomban Gaol – Praeses HKBP Distrik III Humbang.
3. Pdt. Jhon Albert Saragih, M.Th – Bishop GKLI.
4. Pastor Etus – Pastor Paroki Doloksanggul.
5. Pdt. Goodman Tampubolon – Praeses GKI Kab. Humbahas.
6. Pdt. Marbun – Ketua PGPI Kab. Humbahas.
7. Pdt. Hutahaean – Korwil 9 GKPI.
8. Tokoh masyarakat LADN Kab. Humbahas.
9. Perwakilan Intel Kodim 0210 TU.
10. Perwakilan BIN.
Dalam forum tersebut, para tokoh lintas agama dan masyarakat menyatakan dukungannya terhadap program Polres Humbang Hasundutan dan berkomitmen untuk tetap menjaga toleransi sesama umat beragama di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Praeses HKBP mengimbau agar setiap pemimpin gereja mengarahkan umatnya untuk tidak terpancing isu intoleransi yang berkembang, seperti kasus di Padang Sarai.
Praeses HKI berharap kepolisian dapat mendorong Pemda untuk menjalin komunikasi dengan paguyuban masyarakat Minang di Humbahas guna menyuarakan sikap penolakan terhadap tindakan intoleran.
Bishop GKLI mengingatkan agar masyarakat tetap hidup dalam nilai-nilai kasih sesuai ajaran agama.
Pastor Paroki Doloksanggul mengucapkan terima kasih atas inisiatif dialog ini dan siap menyampaikan imbauan kepada umat untuk menjaga ketertiban dan kedamaian.
LADN Humbahas mengapresiasi langkah Polres dan meminta sinergi berkelanjutan dengan TNI-Polri guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas).
Pendeta GKPI menilai kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan melalui forum informal seperti coffee morning agar tercipta suasana damai.
Kesbangpol Pemkab Humbahas menyatakan dukungan penuh terhadap strategi Polri dalam meredam efek negatif dari isu-isu nasional seperti tindakan intoleransi dan persekusi di berbagai daerah.
Dalam arahannya, Kapolres AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan kerukunan antar umat beragama.
“Saya imbau kepada seluruh pemeluk agama agar tidak perlu khawatir dalam menjalankan ibadah. Saya pastikan dan jamin, di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan tidak ada tempat bagi intoleransi beragama. Kita semua bersaudara dalam kebhinekaan,” tegasnya.
Sinergi antara Polri, Pemkab Humbahas, dan tokoh-tokoh lintas agama menjadi langkah konkret dalam menjaga keharmonisan sosial. Melalui forum terbuka seperti ini, diharapkan kehidupan antar umat beragama di Kabupaten Humbang Hasundutan tetap damai, toleran, dan saling menghormati dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(FS)



