
Rejang Lebong, MP-POLRI – Pemerintah Desa (Pemdes) Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menggelar acara Tasyakuran Sedakah Bumi dan Festival Budaya bertajuk “Kito”, yang berlangsung meriah dan khidmat selama 3 hari, dari Tanggal 20,21 hingga 23 Juli 2025. Rabu (23/7/25).
Acara yang diselenggarakan mulai dari star Dusun 2 Karang Jaya ini menjadi magnet bagi masyarakat sekitar, bahkan turut dihadiri Kades Karang Jaya Cahyo Purnomo ,S PD ,Serta Perangkat Desa dan tokoh-tokoh adat, perwakilan Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten, serta tamu undangan dari luar daerah. Rangkaian kegiatan tersebut mencerminkan kekayaan budaya lokal serta bentuk rasa syukur masyarakat terhadap hasil bumi dan kehidupan yang harmonis.
Pembukaan dengan Nuansa Tradisional dan Religius
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Karang Jaya, Bapak Cahyo Purnomo .S.PD yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelestarian budaya leluhur sekaligus bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan hasil panen yang melimpah.
“Melalui Tasyakuran Sedakah Bumi ini, kita tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga. Ini adalah warisan budaya yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Pembukaan ditandai dengan doa bersama serta pemotongan tumpeng oleh tokoh masyarakat dan pemuka agama, sebagai simbol rasa syukur dan harapan akan keberkahan di masa depan.
Pertujukan, seni tradisional juga mendapat tempat istimewa. Salah satu sorotan utama adalah pertunjukan Wayang Kulit, yang dibawakan oleh dalang asal simpang Nangka. Pertunjukan tersebut mengangkat cerita klasik Mahabarata dan diselingi dengan pesan-pesan moral serta sindiran sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Tidak ketinggalan, penampilan atraktif dari kelompok Kuda Kepang atau Jathilan, turut memukau penonton. Dengan kostum warna-warni dan gerakan yang dinamis, para penari menampilkan tarian khas yang menggambarkan keberanian, semangat, dan kekuatan.
Festival Budaya “Kito”: Panggung Ekspresi Masyarakat
Festival Budaya “Kito”, yang menjadi tajuk besar kegiatan tahun ini, menghadirkan berbagai pameran seni, tradisional, pertunjukan tari kreasi daerah, hingga pameran hasil kerajinan tangan lokal,akhir akan di berikan piagam penghargan kepada setiap kelompok.
Antusiasme dan Harapan Warga
Warga Desa Karang Jaya, dari anak-anak hingga orang tua, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap rangkaian kegiatan ini. Banyak dari mereka yang berharap agar acara serupa dapat dijadikan agenda tahunan Desa.
“Kami sangat senang dengan acara ini. Selain bisa hiburan, kami juga bangga bisa menunjukkan budaya kita sendiri,” ujar Ibu Siti, warga Karang Jaya yang turut menyaksikan pertunjukan bersama keluarganya.
Dukungan dari Pemerintah Daerah
Camat Selupu Rejang,Melinda.SE dalam kesempatan itu, menyampaikan apresiasi kepada Pemdes Karang Jaya atas inisiatif dan kerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan budaya yang memperkuat identitas lokal.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangkitkan kembali semangat gotong-royong dan melestarikan budaya. Pemerintah kecamatan akan selalu mendukung program-program positif seperti ini,” tuturnya.
Acara Tasyakuran Sedakah Bumi dan Festival Budaya “Kito” di Desa Karang Jaya menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya dan nilai tradisi masih sangat hidup di tengah masyarakat. Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini menciptakan ruang kolaborasi, edukasi, dan ekspresi budaya yang membanggakan.
Dengan semangat kebersamaan, Desa Karang Jaya berhasil menunjukkan bahwa Desa bisa menjadi pusat budaya yang aktif dan dinamis, sekaligus menjadi contoh bagi Desa-desa lain di wilayah Rejang Lebong maupun Provinsi Bengkulu secara keseluruhan.
(Fds)



