Rejang Lebong, Bengkulu – Proyek pembangunan jembatan di Desa Duku Ulu, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat. Pasalnya, material utama yang digunakan dalam proyek tersebut, yakni besi, diduga dalam kondisi berkarat.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah batang besi tulangan yang sudah tampak berkarat digunakan dalam struktur bangunan jembatan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran warga terkait mutu dan ketahanan jembatan yang sedang dibangun tersebut.

“Kami sangat prihatin. Ini proyek pemerintah, seharusnya kualitasnya dijaga. Kalau dari awal sudah pakai besi karatan, bagaimana nanti kekuatannya? Ini menyangkut keselamatan warga,” ujar salah satu warga Desa Duku Ulu yang enggan disebut namanya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengaudit proyek tersebut demi memastikan tidak terjadi penyimpangan yang merugikan negara dan membahayakan keselamatan publik

Anehnya di lapangan tidak terlihat ada pengawas. Diduga pengawas makan gaji Buto. Mestinya tau kalau besi karat pengawas bisa tegur tukang. Jangan pakai besi karat itu.

Ketika dikonfirmasi pak JALIGARADVIGO selaku PPTK dari BPBD mengatakan lewat pesan wathshap :Kito temu di lokasi bae Pak,, kito pakai besi, bukan galvanis yang anti karat.

Kalau ado warga yg nyorot tajam warga mano. Pengaruh besi karat banyak faktor cuaca, suhu ekstrim dan lain sebagainya. LKecuali kito kerjo dalam ruangan tertutup mungkin besi tidak berkarat. Terima kasih

Selasa (22/7/25).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini