
Singkawang Kalbar_MP-Polri – Setelah tiga hari penuh harapan dan pencarian, yang di Duga Adek Rafa Fauzan akhirnya ditemukan oleh seorang ibu-ibu di area Masjid Husnul Khotimah, Roban, JI. Veteran, Kecamatan Singkawang Tengah pada Jumat subuh, (13/6/25).
Penemuan ini langsung menggegerkan warga sekitar. Lokasi ditemukannya korban berada didalam halaman atau samping pintu mesjid.
Insiden penemuan bayi itu terjadi di depan pintu Masjid Khusnul Khatimah Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah,saat seorang warga ingin melaksanakan Sholat subuh, Jumat (13/6/25) pagi. Dan bayi umur 1,11 Bulan ditemukan dalam kondisi meninggal.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun tim medis terkait Kondisi pasti korban. Proses identifikasi dan penanganan masih berlangsung.
Duka ini tak hanya milik keluarga, tapi juga menjadi duka bersama seluruh masyarakat Kota Singkawang dan warganet yang tak henti mengirim doa dan harapan.
Doa-doa yang tak putus, kepedulian yang tak terbatas, menjadi bukti bahwa di tengah dunia yang keras, masih banyak hati yang lembut dan jiwa yang peduli.
Kisah ini adalah pelajaran besar bagi kita semua: Untuk lebih menjaga, lebih peduli, dan tak menunda dalam mengungkapkan kasih sayang kepada orang-orang tercinta. Karena tak ada yang tahu, kapan Allah memanggil pulang hamba-Nya.
Hasil Tim awak media ke lokasi kejadian. Seorang balita bernama Rafa Fauzan, baru berusia 1 Tahun 11 Bulan, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan setelah dinyatakan hilang selama dua Hari.
Menurut kesaksian, Rafa sedang berada di dapur saat anak Riska, Shellsi, masuk ke kamar. Hanya berselang dua menit, ketika Shellsi keluar kembali, Rafa telah lenyap. Pintu belakang rumah ditemukan terbuka. Keluarga yang panik segera melaporkan kejadian ini, memicu pencarian besar-besaran oleh warga dan Aparat.
Anjing Pelacak Hentikan Langkah di Titik Mencurigakan Pencarian tak kunjung membuahkan hasil hingga dua hari kemudian. Dua ekor anjing pelacak (tim K-9) dari Polda Kalbar diturunkan untuk membantu mengendus jejak Rafa. Hasilnya mengejutkan: kedua anjing berhenti dan mengendus di lokasi yang sama—tepat di sekitar rumah sang pengasuh.
“Anjing pelacak berhenti di titik yang sama, dekat rumah pengasuh. Kami langsung lakukan olah TKP dan amankan lokasi,” kata Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Deddi Sitepu, Kamis (12/6/25).
Tim gabungan kemudian melakukan penggalian dan investigasi lanjutan berdasarkan analisis CCTV dan keterangan saksi. Tak lama, jenazah Rafa ditemukan.
“Kami belum simpulkan, tapi indikasi kejahatan sangat kuat. Saat ini kami fokus pada proses penyidikan,” ujar AKP Deddi.
Singkawang membanjiri lini masa, menuntut penegakan hukum setegas-tegasnya. Warganet mengecam keras tindakan yang disebut sebagai pembunuhan terhadap anak tak berdosa, dan menyoroti lemahnya sistem perlindungan anak di lingkungan rumah.
Pihak kepolisian menyatakan komitmen untuk mengungkap tuntas kasus ini, termasuk menggali kemungkinan adanya faktor lain, seperti motif pribadi, gangguan mental, atau kelalaian berat.
“Kami pastikan proses hukum berjalan transparan dan profesional.Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegas AKP Deddi.
Hingga kini, suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban. Para pelayat terus berdatangan, sementara sang ibu dan ayah Rafa masih terpukul berat atas kehilangan anak bungsu mereka yang ceria dan lincah
(Indra)



