
Bekasi – Aktivis Lingkungan Hidup Kota Bekasi Mohamad Hendri mendukung inisiatif Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menjadikan Kalimalang kawasan destinasi wisata air.
Namun Hendri mengingatkan, bahwa program tersebut harus memprioritaskan pelestarian ekosistem lingkungan sekitar.
Hendri mengatakan, untuk wisata berlanjutan harus ada aturan mengenai bagaimana perlakuan yang ramah lingkungan pada kawasan destinasi wisata air, agar kondisi keseimbangan ekosistem terjaga dan pelestarian tetap terpelihara.
“Wisata tentunya memiliki implikasi, dan kita perlu mempertimbangkan dampak dari kehadiran manusia serta aktivitas wisata yang terjadi. Maka dari itu, pelestarian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pengunjung wisata, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar,” kata Hendri dalam keterangannya, Rabu (4/6/25).
Sekadar diketahui, Kalimalang merupakan kali buatan yang memiliki sejarah peradaban. Dibangun pada masa Presiden Ir. Soekarno Tahun 1957, saluran air baku yang mengalir dari Waduk Jatiluhur ke Bendung Curug Barat dan Timur.
Selain berfungsi untuk mensuplai irigasi, Saluran Tarum Barat (Kalimalang) bermanfaat besar untuk mensuplai air baku ke wilayah Karawang, Bekasi dan DKI Jakarta.
“Kalimalang memiliki nilai peradaban yang harus dijaga Kelestarianya. Dalam hal ini, kami sangat mendukung jika keberlangsungan penataan (DAS) Daerah Aliran Sungai, Kali Malang sebagai pilot project yang dapat mengembangkan penataan fungsi ekologis, sosial dan ekonomi kreatif,” kata Hendri.
Hendri berharap, kedepan Kali Bekasi dan sungai-sungai kecil serta lahan bekas bangli dapat ditata dan kelola menjadi (RTH) Ruang Terbuka Hijau.
“Berfungsi sebagai ‘paru-paru’ Kota Bekasi yang memiliki manfaat besar untuk seluruh masyarakat dan lingkungan secara seimbang,” kata Hendri mengakhiri.



