Bengkayang, MPP – Seorang anak di bawah umur berusia kurang lebih 8 tahun di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat diduga menjadi korban pencabulan pria Dewasa

Setelah 2 bulan lebih usai kasus ini dilaporkan ke Polres Bengkayang, terduga pelaku berinisial DD belum juga ditangkap polisi.

Ibu korban, Nurtie mengatakan sudah melaporkan kasus ini Kepolres Bengkayang unit PPA pada Senin 11/3/2024 dan juga sudah melakukan visum tapi sampai sekarang belum ada hasil tindakan yang berarti dari pihak kepolisian, ungkap Nurtie saat dikonfirmasi awak media dikediamannya pada Senin 29/5/2024 yang terletak di RT 001 RW 001 Dusun Guntur Desa Rukmajaya Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.

Nurtie menceritakan, kasus dugaan pencabulan ini terjadi sekitar tanggal 16-17 Februari 2024 dan baru tahunya anaknya melapor pada tanggal (10/3/2024) karena sering mengeluhkan sakit di kemaluannya yang saya tanya lagi sakit kenapa anaknya menjawab, ditusuk oleh oom Kocol yang sekitaran usianya kurang lebih dari 30 tahunan dan sudah berkeluarga mempunyai 3 orang anak.

“Sesuai pengakuan korban, pelaku sudah 3 kali melakukan pencabulan yang pertama dibawa ke kebun sawit dengan menggunakan mobil kedua di rumah dan ke tiga di wc dengan di iming-imingi uang Rp 10.000,” ungkap Nurtie

Lebih lanjut Nurtie mengatakan saya sangat sedih pak apalagi anak saya baru berusia 7 tahun 3 bulan dan mengalami trauma yang mendalam, menurut keterangan hasil visum basah yang dilakukan di rumah sakit Bengkayang pada 13/3/2024 dokter mengatakan bahwa ada benda tumpul masuk ke organ kelamin anak ibu cuman tidak dijelaskan secara rinci benda tumpul seperti apa, ucap Nurtie

Saya berharap pelaku cepat ditangkap dan meminta keadilan buat anak saya yang satu-satunya ini pak apalagi saya seorang janda seorang diri membesar anak saya apakah mentang-mentang saya orang tak punya yang diabaikan membuat laporan sekali lagi saya memohon pak agar pelaku segera ditangkap, ucap Nurtie

Saat di konfirmasi dikantor nya Eki Berlianta, SH yang ditunjuk pihak keluarga korban sebagai pendamping hukum buat korban mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan mendatangi Polres Bengkayang dalam rangka menindaklanjuti laporan korban terkait dugaan pencabulan yang menimpa anaknya.

Eki juga menambahkan agar kasus mendapatkan perhatian khusus dari APH mengingat kasus termasuk ekstra ordinary crime,” tegas nya

Seperti yang sudah di atur dalam Perlindungan terhadap anak diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Yang terakhir diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi Anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Perlindungan terhadap anak salah satunya berupa perlindungan dari tindak kekerasan, baik kekerasan fisik, kekerasan psikis, kejahatan seksual dan penelantaran. (Indra)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini