Namrole, MP Polri — Semenjak berdirinya Polres Buru Selatan di Kabupaten Buru Selatan, dan berkantor di Kota Namrole sebagai Pusat Pemerintahan Kabupaten, tidak sedikit hal positif dan menarik yang dapat kita amati.

Mulai dari kamtibmas Kota Kabupaten yang mulai tertata hingga ke pelosok desa, dengan hadirnya Polres dan terkoordinirnya polsek-polsek di Buru Selatan, mendatangkan tambahan harapan bagi masyarakat setempat. Karena persoalan yang berkaitan dengan tindakan kriminal, baik yang sifatnya ringan, sedang sampai yang beratpun mulai teratasi dengan hadirnya Polres di Kabupaten Buru Selatan. Tidak seperti yang kita saksikan sebelum hadirnya Polres di Buru Selatan, segala tindak kriminal baik yang ringan sedang ataupun berat, semuanya harus ke Kota Namlea. Kondisi di saat itu, telah menciptakan animo di masyarakat untuk “malas” mencari keadilan di aparatur hukum.

Seperti halnya juga, kebutuhan masyarakat akan donor darah. Kehadiran Polres di Buru Selatan, telah membawa segala dampak yang baik bagi masyarakat, tak ketinggalan juga kebutuhan masyarakat akan donor darah. Seringkalinya personil dari Polres Buru Selatan, membantu masyarakat untuk mendonorkan darahnya bagi pasien-pasien yang sedang di rawat di RSUD Salim Alkatiri Namrole.

Menurut yang di sampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Air Ternate, Ateng Facey ; Belum pernah kita mendengar, jika kontak masuk dari RSUD Salim Alkatiri Namrole atau keluarga pasien ke Polres Buru Selatan, untuk meminta bantuan atau untuk mendapatkan relawan pendonor darah dari personil Polres Buru Selatan, mendapat penolakan dari personil Polres Buru Selatan,,,,,, belum pernah kita mendengarnya.

Bahkan, lanjut Facey,,,,, sebaliknya yang kita dengar dan yang lebih mengejutkan bagi saya dan teman-teman yang tergabung pada Organisasi Himpunan Mahasiswa Air Ternate adalah, Kapolres Buru Selatan AKBP. M. Agung Gumilar, S.I.K., malah mengajak bawahannya untuk selalu peduli dengan segala permasalahan-permasalahan masyarakat yang dapat menyusahkan atau meresahkan mereka.

Facey melanjutkan, untuk Kabupaten Buru Selatan, Polres Buru Selatan dan seluruh jajaran personilnya, selalu menjadi terdepan sebagai relawan pendonor darah ataupun aksi-aksi kemanusiaan lainnya, bagi masyarakat yang membutuhkan, maka jelas kehadiran Polres Buru Selatan di Kabupaten Buru Selatan, adalah sesuatu yang baik dan menjadi solusi atas kekurangan yang saat ini di hadapi oleh masyarakat Buru Selatan yaitu “bank darah”.

Ini harus menjadi perhatian bagi kita semua, untuk selalu mendukung kinerja Polres Buru Selatan dan kita harus menjadi sahabat yang baik, bagi Polres Buru Selatan, pungkas Facey.

Sebagai contoh bagi kita semua, ungkap Facey,,,, atas tindakan-tindakan kemanusiaan yang tentunya sudah berulang kali di lakukan oleh personil Polres Buru Selatan, yaitu pada Hari Jumat tepatnya Tanggal 28 April 2023, Pukul 21 : 45 WIT yang berlokasi di RSUD Salim Alkatiri Namrole, personil Polres Buru Selatan membantu atau mendonorkan darahnya kepada pasien yang bernama Nn. Ebi Patiserlito, dengan usia 23 Tahun, beralamat Desa Labuang, dengan Gol Darah : A, dan personil Polres Buru Selatan yang memberikan bantuan kemanusiaan berupa donor darah, adalah BRIPKA FERNANDO SOLISSA dan aksi kemanusiaan tersebut, berakhir dengan sukses.

Yang perlu kita cermati di sini adalah, letak geografis Kabupaten Buru Selatan begitu jauh dari Kota Namlea Kabupaten Buru, atau Kota Propinsi Maluku, maka tentunya kebutuhan akan darah adalah sesuatu yang begitu penting bagi masyarakat di daerah Buru Selatan, dengan letak geografisnya di tambah lagi sarana prasarana untuk memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan donor darah di daerah ini sangatlah sulit, beber Facey.

Namun dengan hadirnya Polres Buru Selatan di daerah ini, telah banyak membantu serta memudahkan masyarakat atau pasien yang membutuhkan donor darah, dan satu hal penting yang perlu untuk di catat oleh kita semua bahwa, apa yang dilakukan oleh personil Polres Buru Selatan tidak pernah memungut biaya alias gratis, ini penting untuk menjadi catatan bagi kita semua, ucap Facey.

Kata kuncinya, sesuatu yang sangat kita butuhkan untuk kebutuhan hidup kita, dan sangat sulit untuk bisa kita dapatkan, namun di tengah kesulitan tersebut, ada seseorang yang datang dan memberikan secara cuma-cuma atau Gratis kepada kita, maka pertanyaan yang layak untuk kita semua ajukan adalah : mereka yang datang kepada kita, Manusia ataukah Malaikat, tutup Facey.
(t -10).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini