Media Purna Polri_Melawi – Ribuan orang masyarakat dari berbagai penjuru di kabupaten Melawi tampak memadati Kawasan jembatan penghubung Sungai pinoh,antara Desa Tanjung Niaga ke Desa Sidomulyo, Minggu (24/5/2020) pukul 15.00 Wib

Sementara di sekitar area jalan dan jembatan tampak sejumlah Anggota TNI-Polri dan Sat Pol PP sedang mengatur lalu lintas kendaraan yang lalu lalang,sesekali terlihat Polisi juga menegur dan mengimbau Warga untuk tidak berkerumunan dan menjaga jarak,suara himbauan dan maklumat Kapolri juga di terdengar dari salah satu mobil Polisi yang terparkir tak jauh dari kerumunan Warga,namun seolah tak di hiraukan oleh Warga.

Sudah menjadi tradisi,khususnya di Kecamatan Nanga Pinoh, Usai melaksanakan Sholat idul Fitri, Warga pun berbondong-bondong menuju kawasan jembatan besi yang melintasi Sungai Pinoh pada sore hari, Untuk menyaksikan Perang Petasan Mercon pada setiap tahun selalu di berlangsung,Perang Mercon merupakan peralihan tradisi dari meriam karbit,arak-arakan bendera dan tabuhan genderang juga takbiran keliling mengarungi sungai Melawi dan sungai Pinoh mengunakan kapal motor atau Motor Tempel.

Menyambut hari kemenangan umat Islam di Nanga Pinoh kala itu,seiring perkembangan zaman semakin moderen meriam karbit dan tabuhan gendrang kulitpun hilang berganti dengan Mercon dan kembang Api yang tak kalah serunya dari tradisi lama.

Tampak sejumlah Warga terdiri dari Anak remaja hingga orang dewasa pun saling ambil bagian menembakan Petasan atau mercon dari
berbagai jenis ukuran.

Saling berlawanan,dari atas jembatan mereka menembakan Petasan mercon ke bawah, demikian juga kelompok Warga yang di bawah,dengan mengunakan perahu motor tempel dan speed boat,saling melakukan tembakan balasan kearah jembatan dan kegiatan perang Petasan atau mercon berakhir pada sore hari menjelang maghrib.

Beberapa Warga yang melintasi jembatan juga menyesalkan,di tengah Wabah Pandemi Covid 19,Kegiatan Perang mercon tetap belangsung terkesan mengabaikan himbauan pemerintah dan Maklumat yang telah di keluarkan oleh Kapolri.

Melalui Status Akun Facebook nya,salah seorang warga Adhy West, menulis,MELAWI TEXAS….Ditengah penyebaran Virus Corona Melawi sanggup penyelengarakan tradisi Perang Petasan” bunyi tulisnya bahkan sempat juga mengungah Video berdurasi pendek
“Orang Cari makan ndak boleh,kalau begini boleh,di kawal ketat”.ucap nya di Video tersebut kepada salah seorang Polisi yang sedang mengatur lalu-lintas.

Kendati Pemerintah Daerah Melawi Melalui Jubir Gugus tugas Covid 19 Kab.Melawi telah mengumumkan 1 Warga Nanga Pinoh Positif Covid 19,tak mengurungi semangat dan keceriaan warga yang datang menyaksikan perang Petasan tersebut,seakan Virus corona tidak ada.

Selanjutnya terkait maklumat Kapolri,
Nomor Mak/2/III/2020 dan diteken langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pada Kamis (19/3/2020).

Yaitu,Menyikapi perkembangan penyebaran virus Corona (Covid-19) yang semakin massif, Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona (Covid-19). Tertuang kalimat agar kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik di tempat umum dan di lingkungan sendiri ditiadakan.

Selanjutnya Kapolri mengatakan pertimbangan keputusannya didasarkan cepatnya penyebaran virus Corona dan pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka penanganan agar penyebaran tak meluas dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam hal itu , Polri berpedoman pada asas keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi atau Salus Populi Suprema Lex Esto. Maklumat ini dibuat untuk melindungi masyarakat.

Kapolri Jendaral Pol Idham Azis Juga memerintahkan agar kegiatan sosial, budaya, keagamaan, aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan sejenisnya ditiadakan. Perintah ini juga termasuk untuk kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga.

Selanjutnya, diperintahkan untuk tidak mengadakan kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lainnya yang menciptakan kerumunan massa.

Pantauan Wartawan Di lapangan,dari sejak awal hingga akhir berlangsungnya Perang Petasan tersebut,terlihat Polisi hanya melakukan pengamanan dengan beberapa unit mobil Polisi terlihat bolak balik patroli,dan di akhir Perang Petasan Mobil Water Canon pun bergerak menyusuri jalan dan jembatan yang tadinya di penuhi warga yang menonton,sembari menyemprotkan Cairan Desifektan di sepanjang Area tersebut,dengan sendirinya warga beranjak pulang mengingat waktu perang petasan telah selesai pada petang harinya jelang azan maghrib.

(Jon)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini