Media Purna Polri, NTT — Lagi – lagi Kasus dugaan Penganiayaan terhadap warga masyarakat oleh oknum Anggota Polri terjadi di Kota Kupang. Penganiayaan tersebut dialami oleh Korban Alfred Ludji (52) di Kelurahan Manutapen saat penggebrekan Judi Sabung-Ayam yang berlangsung Pada Minggu (26/04) lalu.

Dikisahkan oleh Ape (Sapaan Akrab Korban), saat ditemui oleh tim investigasi wartawan di kediamannya, Pada Sabtu (02/05), dirinya mengatakan bahwa, saat kejadian ia baru saja sampai sekitar sepuluh menit dan sedang minum air kelapa muda di sekitar TKP.

Tiba-tiba ia mendengar bunyi tembakan, dan tak selang beberapa lama dirinya didatangi oleh Tim Buser Polres Kupang Kota yang dipimpin oleh Kanit Buser (YS) bersama Anggotanya.

Menurut keterangan korban, dirinya lalu di panggil oleh salah satu Anggota Buser berinisial (WH) dan langsung mengatakan dirinya selalu berada dimana tempat dan dialah yang menyelenggarakan kegiatan perjudian tersebut.

“Ketika saya baru sampai sepuluh menit, saya sementara makan kelapa. Di manutapen, itu terjadi sekitar jam setengah lima sore. Bunyi tembakan, saya tidak lari. Pak Willy datang panggil saya dan mengatakan (Kamu ini dimana tempat kamu ada, kamu ini yang beking judi disini). Saya belum sempat menjawab, dia (Willy) langsung pukul saya dimulut.” Ungkapnya.

Setelah itu dirinya juga turut dipukul oleh salah satu rekan WH, kemudian selanjutnya ia dianiaya (dibanting, dipukul dan ditendang). Dirinya mengaku di borgol lalu disuruh jalan kemudian di tendang dari belakang, ketika terjatuh diinjak, sehingga mengalami banyak luka di bagian wajah dan tubuhnya.

Selanjutnya Ape Ludji dibawa ke Polsek Alak, karena tidak ada barang bukti maka dia dibiarkan begitu saja di halaman Mapolsek Alak.

Selang 1 jam kemudian Istri korban (Ape Ludji) tiba di Mapolsek Alak dan didampingi Istrinya, korban membuat laporan polisi dengan nomor : LP/B/87/IV/2020/Sektor Alak terkait tindak pidana pengeroyokan.

Lebih lanjut dikatakan Ape Ludji bahwa dirinya berharap semua pelaku yang melakukan pengeroyokan terhadap nya dapat di proses secara hukum.

Sementara terpisah, Kapolsek Alak, Kompol I Gede Sucitra., SH ketika dikonfirmasi wartawan via WhastApp nya terkait kasus ini menyatakan bahwa terhadap kasus ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bahan keterangan dari pelapor maupun saksi – saksi. ( Os )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan t