Media Purna Polri, Tangerang – Hari Natal dan Tahun Baru adalah dua hari yang sangat penting bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur pada umumnya. Tidak semata-mata karena latar belkang spiritual yang menjadi konteks kedua hari itu, tapi juga faktor sosial budaya yang telah meneguhkannya.

Sebagai daerah yang penduduknya mayoritas beragama Kristen, setiap memasuki bulan Desember, keadaan di Nusa Tenggara Timur, hingga di kampung-kampung akan langsung terasa berbeda dibanding bulan-bulan sebelumnya. Seolah 11 bulan sebelumnya merupakan masa-masa penantian.

Persiapan untuk pertemuan keluarga, disiapkan sedemikian rupa. Sebab, sudah menjadi semacam keyakinan bersama, bahwa tidak ada yang bisa menandangi nikmatnya pertemuan keluarga pada saat Natal dan Tahun Baru seperti itu. Tidak heran bila saat Desember tiba, secara otomatis membuat semua keluarga bersiap sebaik mungkin.

Nikmatnya pertemuan keluarga itu tidak hanya sekedar karena terobatinya kerinduan satu dengan yang lain. Tapi, juga karena momen pertemuan keluarga pada Hari Natal dan Tahun Baru itu, menjadi momen untuk mempersatukan kembali keluarga.
Tidak hanya fisik, tetapi, juga secara emosional/psikologis. Sebab, spirit pembaharuan yang merupakan salah satu pesan dari Hari Natal dan Tahun Baru itu menjadikan pertemuan dengan keluarga biasanya juga momen untuk memperbaiki hubungan-hubungan yang rusak. Bisa karena pertengkaran kecil ataupun karena masalah-masalah yang sangat serius. Tidak heran bila Hari Natal dan Tahun Baru menjadi hari-hari yang sangat dinantikan.

Meski jauh dari tanah kelahiran, orang-orang Nusa Tenggara Timur di perantauan juga tidak bisa melepaskan diri dari ikatan ‘kebiasaan’ itu. Tidak sedikit yang jauh-jauh hari telah menyiapkan agenda untuk pulang. Baik sendiri, bersama teman, ataupun bersama seluruh keluarga. Bagi yang mungkin belum bisa pulang karena alasan seperti pekerjaan, kuliah dan biaya, juga tidak luput mengatur agenda untuk pulang. Mungkin pada tahun berikutnya.

Oleh karena hal-hal inilah maka Forum Komunikasi Putra-Putri Nusa Tenggara Timur (FKPP NTT) Provinsi Banten, menggelar acara bertema “Jadilah Sahabat Bagi Semua Orang” dalam rangka pisah sambut tahun 2019/2020 dan perayaan hari Natal serta Tahun Baru. Bertempat di Jeletreng Riverpark, Bursa Tanaman Hias BSD, Tangerang Selatan (Sabtu, 29/02/2020).

Adapun maksud diadakannya perayaan ini menurut Ketua Panitia, Kristian Dimza Lilo adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kegembiraan dalam menyambut Hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. “Acara ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraandan kekeluargaan antar sesama putra-putri dari 22 Kabupaten/Kota di NTT yang berada perantauan sebagaimana tertuang dalam Motto FKPP-NTT, “Kami tidak sedarah, tetapi kami lebih dari saudara”; meningkatkan keimanan dan nilai spritual sebagai Ciptaan Tuhan; memupuk dan menumbuhkan jiwa persatuan dan kesatuan; dan untuk mendorong dan mengembangkan rasa bangga dan cinta terhadap NTT, dan secara umum terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia”, demikian keterangan Kristian Dimza Lilo kepada awak media.

Segenap keluarga besar FKPP NTT yang tersebar di provinsi Banten hadir memadati ruang pertemuan serbaguna dan mengikuti seluruh rangkaian acara yang dibuka dengan Ibadah Natal yang dilayani oleh Pdt. Mell Atock, S.Th sebagai pengkhotbah dan puji-pujian yang dipimpin oleh Nikki Hege dan pemusik Lowbo dan tim.

Malam pisah sambut tahun yang di kemas dengan pagelaran seni budaya tradisional NTT yang kental dengan suasana keakraban, persaudaraan dan kekeluargaan ini di pandu oleh pemandu acara, Olpi Kabnani dan juga dihadiri oleh berapa tokoh masyarakat, tokoh pemerintah, organisasi masyarakat dan tokoh adat maupun budaya seperti Clinton Tallo, Sovie Nggebu, Winny Septiana Sari, Pdt. Louis R. Telnoni, Pdt. Elthon Tanu, Vicoas Amalo, Jeremi Teti, H.Muhammad Arsyad Cannu, Anderson Derrek Riwu, Roger Raweyai, Ventje Abanit dan yang lainnya. Acara ini dimeriahkan oleh beberapa penyanyi seperti Obbie Messakh, Doddie Latuharhary, Greth Soumokil, Darius Tahun dan pemilik talenta-talenta muda dari NTT lainnya.

Dalam sambutannya, Logo Vallenberg selaku Ketua Umum FKPP NTT Provinsi Banten tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung dan berkontribusi secara aktif untuk mensukseskan acara dimaksud. “Saya selaku Ketua Umum FKPP NTT Banten menyampaikan terimakasih kepada Bapak, Ibu saudara sekalian yang telah memberikan dukungan baik doa, daya maupun dana sehingga acara malam ini dapat terlaksana dengan baik,” demikian disampaikan dengan tegas oleh Logo Vallenberg.

Salah satu Tokoh Pemuda Nusa Tenggara Timur, Nus Meo yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan harapannya agar FKPP NTT Banten yang memiliki motto “Kami tidak sedarah tetapi kami lebih dari saudara” tetap menjadi sebuah organisasi masyarakat yang bermartabat, menjadi mitra pemerintah dan komponen penting dalam pembangunan masyarakat Provinsi Banten, serta mengambil peran sebagai agen perubahan, kontrol sosial dan generasi penerus dengan komitmen yang teguh untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa sesuai semboyan Bangsa Indonesia “Bhineka Tunggal Ika” demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Ditanya oleh awak media mengenai tema acara “Jadilah sahabat bagi semua orang”, Dance Pellondou selaku Sekretaris Jenderal FKPP NTT Banten berkata, “Natal menurut keyakinan Umat Kristiani adalah perayaan kelahiran Sang Juru Selamat dan Raja Damai. Perayaan ini mengajak kita untuk menyimak kembali pesan utamanya. Karena kasih-Nya yang begitu besar kepada manusia, Allah telah mengutus Putra-Nya ke dunia (Yohanes 3:16). Bagi umat Kristiani, kelahiran Sang Raja Damai merupakan suatu momentum untuk membaharui hidup pribadi maupun hidup bersama. Sebagai umat beriman, yang dilahirkan kembali, haruslah membuka diri agar damai sejahtera Kristus benar-benar memerintah dalam hati (Kolose 3:15a).
Tema Perayaan Natal dan Tahun Baru ini seharusnya mendorong kita untuk terus-menerus mengupayakan terwujudnya damai sejahtera, kasih persaudaraan dan menjadi sahabat bagi semua orang karena hanya dengan demikian kita memahami makna sejati Natal dan menjadi sabahat Kristus. Dan sebagai anak-anak Allah, kita harus mewujudkan komitmen kristiani kita, yakni menjadi pembawa damai dan menjadi sahabat bagi semua orang”.

Inilah saatnya bagi Umat Kristiani untuk mengimplementasikan Firman Tuhan untuk menjadi sahabat bagi semua orang karena Kristus pun telah menjadi Sahabat bagi umat-Nya, dan ini merupakan kekuatan yang dapat mempersatukan dan merobohkan tembok pemisah di antara sesama manusia yang memiliki berbagai latar belakang kehidupan ini. Hanya dengan memaknai dan melaksanakan Firman Tuhan ini maka diharapkan umat Tuhan dapat membuka diri, merangkul dan menyambut sesama anak bangsa tanpa melihat perbedaan dan bangkit merajut kesatuan dan melangkah bersama menuju masa depan Indonesia yang semakin cerah sebagai sahabat bagi semua orang.
Sebagai warga Kristiani, ditantang untuk tak henti-hentinya mewujudkan persahabatan dengan semua orang, agar kerukunan dan persaudaraan di antara sesama anak Bangsa ini dapat terwujud.

Semoga perayaan Natal dan pisah sambut tahun 2019/2020 ini mendorong dan menyemangati semua kalangan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan menerima perbedaan dan menyukurinya sebagai kekayaan kehidupan bersama di negeri ini. Dengan menghidupi dan mengembangkan damai sejahtera yang merupakan anugerah dari Allah, dengan jalan merangkul sesama, merawat ciptaan serta memajukan kerukunan dan persaudaraan di antara sesama ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

(Yustaf Siki)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini