Media Purna Polri, Kepsul Maluku Utara – DPRD Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) menggelar sidang Paripurna pengesahan kode etik dan Tata Beracara Badan Kehormatan (BK) DPRD. Dengan disahkan kode etik dan Tata beracara BK sehingga dalam waktu dekat BK akan proses kasus dugaan penistaan oleh oknum anggota DPRD inisial FP.

“Paripurna pengesahan kode etik dan Tata beracara dan tadi sudah sah, jadi sesuai kesepakatan teman-teman insa Allah dalam waktu dekat kami mulai proses masalah FP alias Edi, supaya publik jangan menilai kami hanya duduk tanpa kerja” kata Ketua BK DPRD Ihsam Umaternate kepada media ini Kamis (6/2/2020).

Tambah Ihsan, pihaknya sudah berkordinasi dengan pihak keluarga Istri kedua FP namun pihak keluarga berkeinginan agar masalah dugaan penistaan tidak diproses, alasanya pihak keluarga merasa malu dengan kejadian yang saat ini terjadi. Bukannya BK menolak keianginan keluarga, akan tetapi secara kelembagaan, maka dalam waktu dekat ini BK mengambil langkah untuk memanggil dan memeriksa FP sesuai kode etik dan tata beracara BK, jelas Politisi Golkar itu.

Hal ini juga ditegaskan oleh wakil ketua BK Syarfil Hidayat umagapi, bahwa tidak ada alasan keluarga malu karena sesuai aturan kode etik dan tata beracara di lembaga DPRD ini maka kami akan tetap tegakkan. Pada prinsipnya BK tetap menindak lanjuti persoalan kasus dugaan penistaan yang sudah menjadi rahasia umum, tegas Syarfil.

“Supaya jangan publik menilai BK itu sebagai papan nama. Jadi kami tetap jalankan mekanisme sesuai tata beracara BK, meski pun pihak keluarg beralasan malu dan lain sebagainya, jadi hukum tidak mengenal itu, karena didalam masalah ini ada pengadu dan teradu. Yang betindak sebagai pengadu ini adalah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan yang teradu adalah FP sendiri”jelas Politisi PKS ini.

Sidang yang berlangsung di ruang Paripurna kantor DPRD desa Pohea, Kecamatan Sanana, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD kepulauan Sula Sinaryo Thes, didampingi wakil ketua I Ahkam Gajali dan Wakil Ketua II Hamza Umasangaji.(Isto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini