Media Purna Polri, Kepsul- SL alias Ambon (54) Warga Desa Minaluli, Kecamatan Mangole Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Propinsi Maluku Utara (Malut), diamuk massa saat tiba di Pelabuhan Sanana.

Terduga SL alias Ambon tumpangi KM. Aksar Saputra dari Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangole Utara, Selasa (28/1/2020). SL diduga melakukan penistaan agama islam dan mengeluarkan pernyataan menghina Nabi Muhammad SWT.

Saat tiba di Pelabuhan Sanana, pria kelahiran Ambon, Provinsi Maluku ini dikawal ketat oleh aparat Kepolisian Polres Kepsul. Namun warga yang sudah begitu marah tidak bisa menahan emosi dan menyerang pelaku hingga pelaku jatuh dari tangga kapal. Terduga mengalami bengkak dibibir bagian atas, juga mata kiri bengkak dan seluruh badan terasa sakit.

Kericuhan sempat terjadi antara warga yang memadati pelabuhan Sanana dengan aparat Kepolisian yang datang menjemput pelaku di atas kapal. Adu jotos antara warga dan pihak kepolisian pun nyaris tak dapat di hindari. Pihak kepolisian pun segara menyelamatkan pelaku dengan membawanya ke Mapolres Kepsul dan diamankan di Sel Tahanan Polres.

Warga yang masih emosi dan tidak puas dengan pelaku pun mengejar hingga ke kantor Polres di Desa Fatcei, Kecamatan Sanana.

Kepala Satuan Intel Polres Kepsul Ipda Samsul menghimbau kepada masarakat agar dapat menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Bahwa, untuk kasus ini karena sudah berada di ranah hukum maka serahkan pada aparat penegak hukum, mengingat karena negara kita negara hukum olehnya tidak boleh main hakim sendiri,” kata Samsul di Mapolres.

Samsul juga mengatakan dirinya secara pribadi out merasa tersinggung karena agama dan Nabinya dihina. Namun sebagai aparat hukum dia harus berlaku adil.

“Selaku orang Islam saya juga tersinggung, namun sekali lagi ini negara hukum dan kami akan pastikan pelaku dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Berikut kronologis yang disampaikan salah seorang saksi yang enggan menyebut namanya, bahwa terduga SL bilang Nabi Muhammad itu panipu dan al,quran itu bohong, jad kalian cepat balik saja di agama kristen karena agama kami yang benar, Cerita saksi yang enggan sebut namnya kepada wartawan media purna polri Selasa (28/1/2020) malam.

“saya batamu dirumah teman berinisial AN dan AN cerita di saya kalau terduga SL yang biasa dipanggil nyong ambon cerita kalau agama islam ini begini-begini dan saya tanya begini bagaimana saya suru AN cerita trus AN cerita nyong ambon bilang Nabi Muhammad SWT panipu Al,quran itu mai bafoya (bohong red) jadi kamong (kalian red) capat la balik sudah di agama kristen sudah karena agama dia yang betul”jelas Saksi.

Setelah mendengar informasi itu, pihaknya naik pitam dan mengajak saksi AN ke rumah terduga SL. Namun mereka terlambat karena warga lebih dulu datang dan mau menghakimi SL, tapi pihaknya melerai agar pelaku jangan dihakimi. Kemudian warga mengambil tali plastik (tali arafia) warna biru lalu ikat dengan tangan dan kakinya. Belum selesai ikat, datanglah Anggota Polsek untuk amankan SL di Polsek. Kejadian tersebut berlangsung di Desa Falabisahaya, Kamis (23/1/2020), Pukul 14.00 Wit. (Team)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini