Media Purna Polri, Kotabaru – Malang nian nasib GS seorang anak perempuan remaja terpaksa menanggung malu dan trauma psikis, masih berusia 15 tahun namun kegadisan telah sirna akibat perbuatan cabul ayah tirinya AS.

Sebagai orang tua AS bukannya menjadi pelindung bagi anaknya GS, justru malah sebaliknya menghancurkan masa depan anaknya dengan cara memaksa mempersetubuhi anaknya.

Perbuatan AS menyetubuhi anak tirinya sudah dilakukan selama dua tahun terakhir semenjak GS masih berusia 13 tahun, ia sering melampiaskan nafsu syahwatnya dirumahnya yang beralamat di jalan PT. Arutmin Desa Geronggang RT.02 Kecamatan Kelumpang Tengah Kabupaten Kotabaru, dimana saat KM tertidur pulas.

Berdasarkan informasi yang di himpun media purnapolri Pada jumat (20/12), Kapolres Kotabaru Akbp Andi Adnan Syafruddin, melalui Humas Polres Kotabaru Iptu H. Gatot mengatakan “GS merupakan anak tiri terlapor AS, ia bereaksi pada saat korban tertidur pulas kemudian didatangi terlapor dikamarnya lalu badannya dipeluk dari belakang dengan maksud akan disetubuhi tetapi korban menolak.

“selanjutnya terlapor memasukkan jari telunjuk kanan kedalam kemaluan korban secara berulang-ulang yang mana saat itu perbuatannya dilihat oleh KM istri terlapor atau ibu kandung korban yang mengintip dari lobang kamar sebelah.

Lanjutnya “KM sudah curiga sejak lama atas perbuatan bejat AS terhadap GS, karena tidak tahan melihat perbuatan tersebut akhirnya KM berteriak histeris.

Mendengar teriakan itu, AS terkejut dan mengancam akan membunuh KM jika sampai membocorkan perbuatan yang dilihatnya”.

dan saat ini korban diduga sedang hamil 5 bulan serta menurut keterangannya kehamilan itu disebabkan atas perbuatan bejat AS.

KM tidak bisa menerima perbuatan suaminya terhadap GS sehingga dia memberanikan diri melaporkan Ke Polsek Kelumpang Tengah pada Kamis kemaren sekitar jam 13.00 WITA. ujar Gatot

Hingga berita ini diterbitkan AS telah diamankan Pihak Kepolisian untuk proses berlanjut.(HF)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini