
Media Purna Polri, Cianjur Jawa Barat – Polres Cianjur terus dalami Perkembangan laporan LP/A/120/XII/2019/JABAR/SAT RESKRIM, tanggal 3 Desember 2019, Penyidikan perkara karena kelalaian yang menyebabkan korban jiwa akibat tanggul jebol tanggul yang milik pertambangan PT. TRIADI.
Korban Jiwa yang tertimbun longsor di galian C , Saepul alias Epul (40) Operator gas mesin ponton PT. TRIADI masih dalam pencarian.
Longsor terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Hingga saat ini korban belum ditemukan proses pencarian masih dilakukan.
“Di lokasi ada enam pekerja pada bagian produksi, saat itu ada yang melihat rembesan pada tanggul. Ia lalu memberitahukan hal itu kepada pekerja lainnya, mereka lalu menyelamatkan diri,” kata Kepala Desa Cikahuripan, Irwan Kustiawan kepada wartawan, Senin (2/12/2019).
Namun nahas bagi Saepul, posisinya yang berada paling bawah kolam galian membuatnya kesulitan untuk menghindar. Selang beberapa saat kemudian lumpur bercampur tanah jebol dari tanggul galian C.
“Posisinya paling bawah, karena korban ini merupakan operator ponton atau mesin pompa air. Sehingga ketika longsor terjadi ia tidak berhasil menyelamatkan diri dan tertimbun material longsoran,” ujar Irwan.
Selain menimbun seorang saeful longsoran itu juga menimbun satu unit alat berat dan satu unit mesin ponton. Hingga saat ini petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pihak kepolisian, dengan dibantu warga sekitar terus berusaha mencari korban yang tertimbun tebing galian C di Kampung Awilarangan RT 01/RW 06 Desa Cikahuripan tersebut.
“Korban masih tertimbun, belum ditemukan. Kemungkinan pencarian korban akan terus dilakukan sampai malam nanti,” ungkapnya.
Terpisah, Kapolsek Warungkondang AKP Gito mengatakan proses pencarian korban terkendala genangan air bercampur lumpur yang mengisi penuh lubang galian sedalam 5 meter. Rencananya petugas akan memompa genangan air tersebut untuk memudahkan pencarian.
“Kami sedang menunggu mesin pompa, karena yang di galian tersebut ikut tertimbun longsoran. Tapi kendala lainnya ialah tebalnya lumpur di dasar kolam. Namun kami akan berusaha agar secepatnya menemukan tubuh korban,” kata dia.
Kondisi tebing yang labil diduga memicu longsoran. “Kalau dilihat dari atas memang kokoh, tapi di bawahnya kan hanya disangga lumpur. Makanya labil dan mengakibatkan tanah di atasnya longsor,” tandas Gito.(Asep Dedi)



