MEDIA PURNA POLRI,KALTENG- Dengan alasan cuma buka gudang di Ampah Bartim Kalteng,beberapa Badan Hukum Usaha aktif di wilayah berbeda dengan izin induknya dari Kalimantan Selatan,ada yang dari Banjarmasin,Barabai,Hulu Sungai Utara,dan lainya di Kalimantan Selatan.(25/11/2019).
Sebagai Badan Hukum Usaha PT,CV,tentu memiliki kewajiban memiliki perizinan sesuai dengan perundangan yang berlaku,contoh PT HK melalui Kepala Gudangnya Pk Rd awalnya mengaku resmi memiliki perizinan usaha bidang Kebutuhan Bahan Pokok atau Usaha Sembako yang membuka Gudang cukup besar di Kota Ampah Kab Barito Timur Kalimantan Tengah.
Pk Rd bilang semua legal formal perizinan PT HK lengkap,artinya perusahaan Resmi dan terdaftar dibagian Perdagangan dan Perizinan Terpadu.
Saat awak media mpp mendesak minta melihat perizinan diwilayah Bartim,baru Pk Rd tampak bingung dan akhirnya ngaku untuk Gudang Ampah Bartim belum mengantongi izin apapun cuma nyewa Gudang saja kepada warga setempat/warga Dsn Tengah Ampah.
Nah ketahuan bohongnya,Pk Rd pun ngilang kembali,tinggal awak media mpp ngobrol sebentar dengan rekan kerja Pk Rd yang kemudian terbuka ngaku belum ngantongi izin gudang,izin TDP-TDUP,NPWP Bartim Kalimantan Tengah,belum lagi izin angkutan kemungkinan hanya ada perizinan kantor induk sementara kantor cabang sekaligus Gudang nol perizinan,potensi merugikan PAD Bartim dengan tidak jelasnya pembayaran retribusi Daerah dan atau Pajak Daerah,siapa salah?.
Tampaknya ada beberapa kantor cabang gelap Badan Hukum Usaha yang umumnya berasal dari Kalimantan Selatan dan daerah lain yang belum lengkapi dokumen kantor Cabang atau kantor Perwakilan Badan Hukum Usaha.
Badan Hukum Usaha Wajib Taati Aturan
Jika Negeri ini ingin melahirkan masyarakat yang berdimensi tertib,aman,dan maju tiada cara lain kecuali wajib taati aturan hukum,bukan ngakali aturan dan ingin bebas sanksi hukum,termasuk dalam dunia Usaha/Perdagangan.
Kantor Cabang,Gudang,atau nama lain yang selevel wajib memenuhi syarat hukum,kantor cabang misalnya meski tidak wajib IUP dan SITU tetap wajib mengantongi TDP dimana lokasi Usaha dilakukan,tidak cukup hanya dengan TDP induk seperti kasus PT HK yang beroperasi di Ampah Kab Barito Timur diduga hanya memiliki izin TDP induk di Kab Barabai sebagaimana diutarakan Pk Rd penanggung jawab operasional gudang PT HK,meski tidak memperlihatkan bukti izin TDP kantor Barabai,dengan alasan semua dokumen Badan Hukum Usaha PT HK berada di kantor induknya.
Berdasarkan Permendag No 46/2009 untuk SIUP cukup dikantor pusatnya Psl 2 ayat(1),sedangkan untuk izin TDP-TDUP wajib ada dilokasi usaha dijalankan Permendag No 37/2007 Psl 2 (1),artinya jika cabang,kantor perwakilan tanpa memiliki izin TDP usahanya dianggap illegal alias tidak resmi.
Tanda daftar perusahaan apapun status kantornya bertalian dengan Restribusi Daerah dan Pajak Daerah,sehingga ketidak beradaan izin TDP berpotensi merugikan Daerah tempat lokasi dijalankan,bila usaha dalam volume besar dengan jumlah badan usaha banyak tentu menjadi pelanggaran berat bahkan mungkin ada aspek delik perpajakanya.
Sayang Satpol PP Kab Bartim kurang kreatif turun lapangan mengecek pelaksanaan Perda,bukankah pengawal pelaksanaan Perda adalah Polisi Pamong Praja alias Satpol PP,monggo dijawab oleh pihak terkait dan ingat hasil audit BPK RI th 2014 lalu,PBB Ampah nunggak 1 M lebih.(Tif/Tim MPP)



