MEDIA PURNA POLRI,JAKARTA- Dalam rangka menyempurnakan pemutakhiran Basis Data Terpadu (BDT), Dinas Sosial DKI Jakarta tengah menyiapkan portal khusus yang dibangun sebagai pusat data secara digital, yang dipegang oleh Pusat Data dan Informasi Jaminan Sosial (Pusdatin Jamsos). Tidak hanya itu, Dinsos DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah sistem dan aplikasi, guna menunjang Pemutakhiran BDT.

Sistem dan aplikasi yang akan dibangun antara lain Dashboard Website Pusdatin Jamsos sebagai portal utama data dan informasi, aplikasi Registrasi Usulan Baru BDT, Pemeringkatan Data Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu Daerah, aplikasi Pelayanan dan Pengaduan ( Customer Relationship Management), aplikasi untuk Monitoring Kinerja Petugas Pendamsos, aplikasi Rekrutmen Online berbasis CAT (Computer Assisted Test), aplikasi arsip digital yang terintegrasi dengan Dinas Sosial, pengelolaan Data terkait UEP-KUBE, sistem Biometrik antar Panti Sosial, dan aplikasi Lembaga Kesejahteraan Sosial di bawah Dinas Sosial DKI Jakarta.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmanysah mengungkapkan Dinsos DKI sebagai perpanjangan tangan Pemerintah seyogyanya dapat menyajikan data yang valid dan reliabel.

Sehingga bantuan yang disalurkan nantinya dapat tepat sasaran. “Kita berikan bantuan kepada masyarakat yang berhak. Karena persoalannya yang kemarin itu, masih ada beberapa penerima yang menurut kami tidak sesuai kriteria penerima bantuan,” terangnya saat memberi pengarahan kepada Tenaga Ahli terkait Pembangunan Sistem/Aplikasi Pusat Data dan Informasi Jaminan Sosial, di Jakarta, Senin (1/7).

Persiapan sistem dan aplikasi tersebut, disebutkan Irmansyah memiliki tenggat waktu yang singkat, yakni dimulai pada 1 Juli 2019 hingga 31 Desember 2019. Untuk itu ia berpesan kepada Tenaga Ahli yang hadir agar komitmen dan menjaga komunikasi serta koordinasi.

“Komitmennya dijaga. Karena di sini kalian bekerja pada bidang sosial. Tuangkan data yang didapat apa adanya, dan tidak diubah-ubah. Komunikasi juga perlu dijaga untuk koordinasi. Jangan sampai nanti jika dibutuhkan, pas ditelpon gak diangkat. Malah hilang-hilangan,” Terang Irmansyah.

“Perlunya sinergitas antara Pusdatin Jamsos, Bidang, Panti dengan para tenaga ahli yang akan membangun sistem ataupun aplikasi. Berikan informasi maupun kebijakan secara detail dan menyeluruh sehingga para tenaga ahli nantinya dapat membangun sistem aplikasi dengan sempurna,” Tutupnya. (Dessi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini