
Media Purna Polri, NTT — Akibat dari kehabisan tiket, sekitar 50 an penumpang KM Lawit tujuan dari Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Ende, Waingapu akhirnya batal berangkat.
Pantauan media ini di pelabuhan Tenao Kupang, Minggu (2/6/2019), ribuan penumpang berdesakan mau masuk menuju ke kapal KM Kawit. kebanyakan dari penumpang adalah arus mudik lebaran mau liburan ke daerahnya yang jatuh pada tanggal 5 juni 2019.
Kepala Cabang Pelni Kupang, Capt Ishak Gerald, saat di wawancarai media ini menyatakan bahwa memang dari kemarin sudah kehabisan tiket karena kami menjual tiket sebatas dispensasi dari yang diberikan oleh mentri perhubungan.
“Total dispensasi sejumlah 1.300 tiket namun karena animo masyarakat tinggi sehingga saya mencoba menghubungi ke pusat jakarta untuk penambahan kuota dan diberi penambahan hanya 100 tiket”, kata Ishak.
Ia melanjutkan, total tiket yang berangkat tadi sejumlah 1.300 ditambah kuota 100 sehingga menjadi 1.400 tiket dan di tambah lagi dengan lanjutan sekitar 300 san sehingga total keseluruhan yang berangkat dan lanjutan sejumlah 1.700 san penumpang.
Membludak nya penumpang di karenakan sekarang sedang cuaca buruk sehingga BMG memberikan peringatan untuk tidak berlayar. maka baik kapal Feri dan Feri cepat tidak beroperasi.
Lebih lanjutnya, walaupun sedang cuaca buruk namun kapal kami tetap jalan karena free bot nya tinggi, jarak dari dek utama hingga permukaan air tinggi mencapai 8 meter. sementara kalau kapal feri jarak free bot nya hanya 1,5 meter sampai 2 meter, sehingga ketika cuaca buruk maka tidak diizinkan berlayar.
Sementara untuk penumpang yang belum berangkat nanti bisa menunggu hari Sabtu jadwal kapal pada tanggal 8 juni dengan rute yang sama. dan tahun ini kapal yang kami sediakan untuk penumpang lebaran 7 kapal. tiga kapal tipe 3 ribu, 3 kapal tipe seribu, dan 1 kapal tipe lima ratus. melayani seluruh Indonesia. sementara untuk kapal reguler ada 5 kapal, yakni dua kapal tipe 2000, dua kapal tipe 1000 dan satu kapal tipe 500.
Kami selalu menghimbau kepada para penumpang agar jauh hari sudah membeli tiket. jangan mau berangkat baru beli tiket.
“Ini kebiasaan penumpang mengikuti kapal feri dan feri cepat mau berangkat baru beli tiket. kalau di kita tidak bisa. harus dari jauh hari sebab kami punya sistem ketika kapal satu jam sudah tutup sistemnya”,ungkapnya.
“Sekarang mau beli tiket pelni sudah gampang karena sudah menggunakan sistem online tinggal akses lewat Handphone android. dan pelni juga sudah menyediakan sistem seat sehingga yang cepat dapat tempat duduk. namun kasihan yang terlambat membeli maka tidak dapat tempat duduk dan pembelian tiket secara manual akan dikenakan administrasi sedangkan pembelian secara online tidak di kenakan administradi.”Pungkas Ishak Gerald.
(Oscar MPP)



