MEDIA PURNA POLRI,KUPANG – Pelaksanaa Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Negeri 2 Kota Kupang memasuki hari Ke-2 berjalan dengan baik namun kepala sekolah minta perhatian Pemeritah Kota bisa membantu sekolah dalam penambahan komputer.
Hal ini diungkapkan oleh kepala sekolah SMP Negeri 2 Kota Kupang, Isakh Koroh, S.Pd saat diwawancarai oleh media ini di ruang kepala sekolah, Rabu (24/4/2019).
Ia menjelaskan, Hari ini merupakan hari ke dua pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 2 kota Kupang dan telah berjalan dengan baik.
Tentu semua ini sebelumnya kami telah melakukan persiapa yaitu penambahan jam atau semacam les tambahan bagi semua peserta ujian dan ada juga les khusus untuk anak yang berprestasi.
Ini meliputi 24 rombel dan pesertanya ada 763 orang dan sudah dilaksanakan sejak Tanggal 14 Januari sampai dengan akhir bulan Maret. Kemudian diikuti dengan ujian praktek, Try out 2 kali yakni satu kali di sekolah dan satu kali lagi di laksanakan bersama oleh MKKS kota Kupang serta ada simulasi UNBK atau semacam “geladi” yang di laksanakan pada Tanggal 17 dan 18 Maret 2019.
“Sebelum pelaksanaan UNBK ada USBN yang telah dilaksanakan pada Tanggal 8 – 12 April 2019”, ucapnya.
Selanjutnya untuk UNBK kita mulai dari Tanggal 23, 24, 25 dan 27 April 2019. Sementara pengawas nya dari SMP Negeri 3 kota Kupang berjumlah 20 orang dan dari SMP Negeri 10 berjumlah 20 orang juga.
Sementara di setiap ruangan ada satu proktor ditambah dengan pengawas serta teknisi. Dan semua kegiatan ada petugas server yang memonitor perkembangannya. Sehingga semua bisa berjalan dengan baik tanpa hambatan.
Lebih lanjutnya, kami juga mendapat titipan peserta UNBK dari SMP Tunas mandiri sebanyak 17 orang dan semua berjalan dengan baik dalam 3 sesi. Yakni sesi pertama ke dua dan ke tiga.
“Terkait kendala peralatan listrik dan lainnya tidak bermasalah di SMPN 2. Hanya di sekolah lain ada sedikit kendala jaringan namun tidak berlangsung laman pulih kembali”, Katanya.
Sementara itu untuk kesiapan komputer di sini, kami baru memiliki sekitar 50 an unit sedangkan 200 san unit lainnya terpaksa kami pinjam dari orang tua murid dan itu kami sudah menghimbau lebih awal kepada orang tua murid sebelum ujian. Dan bagi peserta siswa yang tidak mampu maka menggunakan komputer milik sekolah.
“Untuk itu maka kami berharap kepada pemerintah kota kupang agar bisa nembantu kami dalam fasilitas komputer supaya di tahun berikutnya dalam menghadapi ujian kami tidak pinjam dari luar lagi. Sebab resikonya besar ketika kami pinjam dari luar”, Pungkas Kepala Sekolah sekaligus Ketua MKKS SMP se Kota Kupang.
(Oscar MPP)



