MEDIA PURNA POLRI,KUPANG – Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno dan Wakil Bupati Jerry Manafe, S.H, M.Th langsung melakukan program 100 hari kerja dengan target akan meningkatkan PAD dengan sistem secara online.

Hal ini di ungkapkan oleh Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno kepada awak media saat jumpa pers di rumah dinas Bupati Kupang seusai dilantik oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada Minggu (7/4/2019).

Ia menjelaskan, Sebagai pemimpin Bupati dan wakil Bupati baru periode 2019 -2024, kami akan fokus tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami bertekad melakukan aksi nyata tingkatkan PAD. itu target utama dalam 100 hari kerja masa kepempin saya bersama Pak Jerry”, Kata Korinus.

Menurutnya, kekuatan Fiskal daerah hingga tahun 2019, kontribusi PAD hanya 6,2 persen dari total APBD sebesar 1,2 Triliun rupiah. Sedangkan PAD Kabupaten Kupang hanya sekitar 80 miliard.

Dari 80 miliard PAD itu telah dibagi habis untuk pembayaran tenaga honor sebesar 40 miliard. Sedangkan sisanya 40 miliard untuk pembiayaan rutin dan legislasi daerah yakni DPRD. Oleh karena itu, kami harus berupaya meningkatkan PAD untuk akselerasi program yang membooming sebab kebanyakan dana yang kami peroleh dari pusat baik berupa DAUR, DAK, dan Dana Perbantuan datang sudah ada ciri programnya yang tidak bisa kita interferensi. Hanya ada penyesuaian.

“Jadi kita tidak bisa mengharapkan bantuan dana dari pusat. Yang bisa membantu kita hanya mengolah sumber daya yang ada yakni solusinya PAD”, ungkapnya.

Konsep meningkatkan PAD tidak bisa hanya mengandalkan dari sumber Galian C dan pajak sektor jasa saja tetapi diperlukan inovasi baru untuk peningkatan PAD itu.

Kita harus akui bahwa sumber PAD di kabupaten kupang sangat minim sekali maka perlu ada inovasi baru untuk Pembangunan ekonomi kreatif, salah satunya melalui peningkatan kualitas produksi minuman khas daerah (sopi). Kita akan kemas dan di produksi dengan baik, jaga higienisnya maka akan menjadi minuman dengan nilai ekonomis tinggi. Dari sini kita bisa mendapat pajak per botolnya sebesar Rp. 2000.

Sedangkan untuk retribusi galian C kita akan laksanakan dengan sistem non tunai. Hal ini harus dilakukan. Sebab kebiasaan secara manual yang selama ini sudah dilakukan tingkat kebocoran PAD sangat tinggi melalui cara-cara permainan karcis retribusi. Pola Ini yang kita harus rubah.

“Kita akan membangun dua atau tiga tempat dengan sistem canggih semacam pintu tol. dilengkapi dengan peralatan canggih dan sistemnya secara online”, Jelas Masneno.

Lanjutnya, sementara pajak rumah makan akan kita tata dan dilengkapi dengan sistem yang baik sehingga saat pelanggan membayar akan langsung terkoneksi dengan Bank NTT dan langsung dilakukan pemotongan pajaknya.Sumber lainpun dapat di lakukan dengan cara pembayaran non tunai. Setiap item pembelanjaan ATK langsung di teruskan ke tempat penyedia ATK.

Lebihlanjut dikatan, semua ini bisa terwujut apabila kita sama-sama membuka diri, saling memahami satu sama lain karena hanya dengan situasi yang kondusif kita bisa membangun dengan suasana yang suka cita di negeri yang kita cintai ini. Sebab membangun kabupaten kupang tidaklah mudah ibarat membalikan telapak tangan. Apalagi kita baru keluar dari kota kupang jadi masih dalam pembenahan. Pungkas mantan wakil bupati kupang ini.

(Oscar MPP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini