
MEDIA PURNA POLRI,NTT – Persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) di tahun 2019 sudah siap 100 persen diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini di ungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Drs. Benyamin Lola M.Pd, kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (25/3/2019).
“Untuk persiapan soal sudah ada. Sekarang di tampung dan di amankan oleh pihak kepolisian dan untuk jadwal pelaksanaannya mulai dari Tanggal 1,2,4, dan 8 April 2019”, Kata Benyamin.
Ia melanjutkan, ujian ini akan di ikuti oleh 603 sekolah SMA baik Negeri maupun Swasta yang tersebar di NTT. Untuk Negeri sebanyak 347 sekolah sedangkan Swasta sebanyak 256 sekolah.
Sementara untuk jumlah siswa yang akan mengikuti UNBK sebanyak 50.918 siswa sedangkan yang mengikuti UNKP sebanyak 12.723. Sehingga total semua siswa yang mengikuti UNBK dan UNKP di Provinsi NTT sebanyak 63.641 siswa.
“UNBK untuk SMA baru mencapai 70,32 persen sedangkan masih ada 29,78 persen masih UNKP”, Jelasnya.

Memang di tahun anggaran ini kita anggarkan untuk pengadaan paket komputer sebanyak 153 termasuk server. Harapannya selalu bangun komunikasi sehingga bisa di bantu dari dana BOS maka komputer bisa bertambah banyak lagi.
Lebih lanjut Lola, Tanggung jawab pendidikan bukan hanya pemerintah namun melibatkan banyak komponen seperti Orang tua, lingkungan, pihak swasta dan lainnya. Intinya yang peduli terhadap pendidikan kita galang untuk memajukan dunia pendidikan.
“Harapan kami bagi siswa yang punya leptop bisa di pinjamkan sementara yang ada di sekolah prioritaskan bagi siswa yang tidak punya”, ungkap Lola.
Saat ini sedang mendata sarana prasarana tiap sekolah dan jumlah siswa yang mengikuti UNBK sehingga kita tau rilnya agar upaya pemenuhan bisa dilakukan dari APBD.
Keunggulan dari UNBK bisa menekan biaya cetak, distribusi, pengamanan dan biaya pemindayan. Memang di awal UNBK anggaran besar namun jangka panjang dan manfaatnya banyak bisa untuk praktek anak, lab komputer, ujian sekolah dan tingkat kebocorannya rendah.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan berharap kepada masyarakat agar berilah ketenangan kepada Anak-Anak, mendorong mereka untuk siap diri dan guru di sekolah selalu cek setiap anak apakah sudah siap kalau belum maka harus latihan simulasi lagi sehinga tidak ada kendala teknis saat ujian nanti. Pungkas Benyamin Lola.
(Oscar)



