MEDIA PURNA POLRI,KUPANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Kupang melakukan perubahan pola pelayanan dengan cara jemput bola.

Hal ini diungkapkan oleh Plt Kadis Dukcapil Kota Kupang, Drs. Agus Ririmase, M. Si. kepada media ini di ruang kerjanya, Rabu (27/2/2019).

Agus menuturkan bahwa, Sekarang kami mau merubah cara pelayanan di sini dengan pola baru yaitu sistim jemput bola.

“Sekarang pola pelayanannya kita pake sistim jemput bola. Bukan menunggu di kantor”, Katanya.

Ini terbukti hari Senin kemarin, Tanggal 25 Februari 2019 kita kerja sama dengan Sat Brimob Polda NTT melakukan Perekaman KTP -e dan pencetakan Kartu Keluarga serta pembuatan Akte Kelahiran.

Ide ini dicetus oleh Dansat Brimob Polda NTT, Kombes Pol Deonijiu De Fatima, S. Ik, S.H, dan Ibu saat kesini berniat membuat KTP-e.

“Ketika mereka melihat begitu banyak orang yang antre berjam – jam maka beliau meminta saya untuk melakukan perekaman di Mako Brimob Polda NTT dengan alasan Anggota sibuk sehingga tidak punya waktu kesini”, Ucap Ririmase.

Ia melanjutkan, Katika permintaan dari Dansat Brimob, saya langsung meresponnya dan kemarin Senin Tanggal 25 Februari 2019 kita lakukan perekaman pertama di halaman Mako Brimob Polda NTT.

“Ini merupakan satu langkah polah pikir yang baik ke depan oleh Dansat Brimob. Betapa penting tertib administrasi kependudukan dalam kehidupan sehari – hari”, Jelasnya.

Misalnya kita membuat paspor, BPJS, beli tiket, Anak – anak mau masuk sekolah, Cek in di bandara dan ke bank semua membutuhkan KTP.

Dan untuk permintaan perekaman dari Dansat Brimob awalnya hanya untuk para Anggota Brimob, Bhayangkara, dan Bhayangkari serta lingkungan sekitar. Namun berkembangnya informasi sehingga Masyarakat kota Kupang berbondong – bondong datang dan melakukan perekaman.

Target kita awalnya hanya Tanggal 25 Februari, namun masyarakat terus berdatangan maka kita targetkan sampai hari ini Rabu 27 Februari 2019. Dan dari Dukcapil ada 35 petugas yang di terjunkan serta di back up oleh Anggota dan Anggota Bhayangkari.

Untuk hari pertama KTP-e sekitar 600-san, Kartu Keluarga 800-san dan Akte Kelahiran 400-san lebih. Di hari kedua KTP-e mencapai 1000, Kartu Keluarga 1400 dan Akte Kelahiran mencapai 600-san.

Kita berharap kedepannya Dukcapil bisa melayani dengan baik, teman – teman harus bekerja dengan baik, dan kedepannya ada institusi – institusi lain mau bekerja sama dengan kita, Dukcapil selalu siap membuka diri. Intinya masyarakat adalah raja dan kita harus siap melayaninya. Pungkas Alumni IPDN ini.

(Oscar MPP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini