
MEDIA PURNA POLRI,KUPANG – Ada dugaan proyek bangunan ruang kelas baru (RKB) 4 ruangan yang ada di SMK Negeri 5 Kupang merugikan keuangan Negara.
Hal ini ketika awak media melakukan investigasi di SMK Negeri 5 Kupang, Jalan Nanga Jamal Kelurahan Naikoten 1 Kecamatan Kota Raja Kota Kupang, NTT ( 23/2/2019).
Salah satu narasumber yang tidak mau di tulis namanya kepada media ini menyatakan, bangunan ruang kelas baru (RKB) 4 ruang ini ada dua lantai namun dirinya tidak mengetahui persis sumber dananya dari mana karena tidak ada papan informasi proyek.

“Kami tidak tau dana dari mana, karena tidak ada papan informasi”, Katanya.
Hanya kami dengar katanya bangunan ini anggarannya Rp 350 Juta dari pemerintah kemudian mereka menyarankan bangun dua lantai maka sekolah tanggung dana talangan Rp 250 juta dari komite.
Ia melanjutkan, Bangunan ini bukan di bangun dari dasar melainkan disuntik saja. Bangunan lama tidak di bongkar. Dan kebebetulan saya juga orang teknik dan bisa menghitung anggarannya.
“Saya hitung bangunan 4 RKB ini anggarannya hanya mencapai paling tinggi Rp 250 juta. Karena tidak bangun fondasi dan tembok, hanya suntik naik saja”, Ucapnya.
Jadi patut diduga adanya korupsi pada pembangunan RKB ini. Apalagi mereka tidak terbuka, yang tau hanya Plt kepala sekolah dan panitia.
Sementa Plt Kepala sekolah SMK Negeri 5 Kupang, Asa M. Lathang, M. Pd saat di temui di ruang kerjanya mengatakan bahwa memang betul bangunan 4 ruang kelas ini kita suntik. Karena kami kekurangan ruang kelas maka kesepakatan sekolah dengan dinas bangunlah dua lantai.
Namun untuk lantai atas sumber dananya dari APBN sedangkan lantai bawah sekolah yang tanggung yakni sumber dana dari orang tua murid. Untuk besaran dana saya belum tau karena saya baru menjabat plt. Yang tau persis anggaran kepala sekolah dan panitia.

Terkait papan informasi proyek bangunan Lathang menuturka bahwa ada kesalahan pada panitia yang tidak memasang papan informasi bangunan.
Untuk diketahui bahwa pembangunan 4 ruang kelas baru ini sudah dari tahun 2018 dan seharusnya sudah selesai bulan Desember 2018 namun hingga saat ini belum selesai. Bahkan ada informasi yang sempat media himpun bahwa bahan material dari bangunan itu di bawa pulang oleh guru kerena kelebihan, sebab waktu perencanaan tidak melibatkan orang teknik yang menguasai bidang itu.
(Oscar MPP)



