MEDIA PURNA POLRI,TALIABU- Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab), Maluku Utara, diduga melindungi Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri Kataga, Kecamatan Tabona, Yulius Ngamel yang diduga malas bersekolah. Pasalnya, Kepsek Yulius diduga selama kurang lebih satu tahun tidak menampakkan wajahnya di sekolah.

Hal ini diakui salah satu mantan guru honor yang meminta namanya tidak di publikasi kepada media ini Minggu (1/3/2019), menyebutkan, Kepsek SD Negeri Kataga Yulius Ngamel diangkat jadi Kepsek sejak tahun 2018 kemarin dan hanya beberapa hari langsung kembali ke Ibu Kota Kabupaten Bobong.

Berselang beberapa bulan kemudian Kepsek masuk sekolah untuk mengambil sejumlah siswa untuk mengikuti kegiatan festival seni dan budaya di Desa Bobong saat itu.

Kepsek seakan tidak menghiraukan para guru dan siswanya. Belum lagi pembayaran gaji guru honor yang hanya Rp 300 ribu per bulan yang diterima tiga bulan sekali.

“Pak Kepsek sejak diangkat menjadi Kepsek dia hanya datang memperkenalkan diri saja, setelah itu dia tinggalkan sekolah dan berdiam diri di Bobong. Bahkan ujian sekolah dan Ujian Nasiol (UN) saja dia tidak datang.

Kepsek hanya datang mengambil beberapa siswa mau dibawa ke Bobong mengikuti kegiatan seni dan budaya menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) pendidikan 2018 lalu. Siswa pun dibiarkan kembali ke Desa Kataga tanpa diantar Kepsek dan hingga saat ini Kepsek belum juga muncul di sekolah.” Jelas Oknum mantan guru honor tersebut.

Dia menambahkan, selama kurang lebih satu tahun jadi guru honor di SD Negeri Kataga hanya digaji Rp 300 ribu, diterima tiga bulan sekali, Itupun sering terlambat. Dimana tiga orang guru honor di sekolah dengan jumlah siswa 20 orang tersebut, menjadi malas ahirnya aktifitas belajar mengajar nyaris lumpuh total.

Terpisah, ketua Komisi II DPRD Kabupaten Taliabu, saat ditemui dikediamannya, menjelaskan, pihak Komisi II, bakal memanggil Kepsek SMPN1 Tabona, Kepsek SD Negeri Kataga dan Pihak Dinas Pendidikan untuk dimintai klarifikasi terkait ketidak hadiran Kepsek tanpa jelas itu.

Dan sejumlah bangunan sekolah yang terbengkalai itu, Jika semua masalah dinyatakan rangkum, besar kemungkinan Komisi II DPRD rekomendasikan ke Dinas Pendidikan jika masalahnya di sekolah, dalam hal ini kedua oknum kepsek yang diduga malas.

Jika masalahnya di Dinas Pendidikan maka Komisi II akan rekomendasi ke Bupati Pulau Taliabu untuk mengevaluasi Kepala Dinas Pendidikan Fifian Adeningsi Mus dan bidang terkait, Kata Suwandi.

“Kita akan panggil mereka (kedua oknum Kepsek red) dan Kadis Pendidikan agar untuk dimintai klarifikasi. Setelah kita rangkum semua masalahnya baru kita lihat masalahnya di Dinas maka kita rekomendasi ke Dinas pendidikan tetapi masalahnya di Dinas Pendidikan maka Kita akan rekomendasi ke Bupati untuk eveluasi Kepala Dinasnya.

Panggilan yang direncanakan itu dilakulan setelah semua anggota Komisi II kembali aktif berkantor baru kita laksanakan. Kita juga libatkan seluruh awak media dalam pertemuan yang rencana dilakukan secara terbuka itu”Jelas Komisi II DPRD Taliabu Suwandi Sabila.(Isto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini