MEDIA PURNA POLRI,TERNATE- Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jendral Sumberdaya Air, Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara (Malut) targetkan proyek Check Dam atau Penangkal Lahar Gunung Gamalama di Kelurahan Tubo, Ternate Utara, Kota Ternate, Provinsi Malut rampung di tahun 2019.
Proyek Check Dam tersebut merupakan bagian kerja Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Malut.
Direktur Sungai dan Pantai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, untuk pengedalian lahar atau proyek Check Dam mulai di kerjakan sejak tahun 2017 sampai 2019 dan dua belas sudah jadi kemudian satu jembatan sementara dalam proses dan empat selesai nanti 2019 sekrang sudah 70%.
Sementara program prioritas di tahun 2019 yakni proyek pembangunan
Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) yang merupakan salah satu bangunan konservasi dan sekaligus pendayagunaan air.
Bangunan ini dapat menirukan aliran air yang terjadi di alam, berupa : Aliran air tanah alami, Aliran air tanah di sekitar sumur gali atau sumur bor, Aliran mata air, Proses hidrologi dalam daerah aliran sungai (atap bangunan merupakan daerah aliran tangkapan hujan), Proses penyaringan fisik di alam, Proses penambahan mineral di alam, proses fisik, kimia dan biologi.
Dengan Keunggulan yang cocok diterapkan untuk penyediaan air baku di daerah kering, Daerah sulit air karena faktor geologi dan iklim, Pulau-Pulau kecil, dan daerah Berair Asin.
“Kegiatan 2019 ini Salah satu kegiatan yang baru adalah kita menyiapkan untuk air ujan, karena kita memahami bahwa air baku merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat kita disni dan kebutuhan kondisi pulau-pulau kecil makanya kita salah satunya menyiapkan program ABSAH jadi kita menyimpan air dalam tanah,” Katanya.
Usai pertemuan dengan Ketua Komisi IX DPR RI di Hotel Royal Resto Ternate Kamis 17/01/2019.
“Kami harapkan yang pertama dukungan dari Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten-Kota dalam rangka penyediaan tanah itu menjadi kendala utama karena kita untuk membangun fisiknya kita perlu dukungan dan selain suport dari Pemerintah Provinsi Kabupaten-Kota dan juga masyarakat karena kita ini membangun untuk masyarakat,” Harapnya.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai BWS Malut Abdul Muis kepada awak media mengatakan, ada beberapa program lanjutan yang sementara di kerjakan salah satunya proyek multiyears Check Dam yang sementara di kerjakan dan selesai kontraknya Desember 2019, selain itu proyek Irigasi yang sedang berjalan dan proyek pembangunan penyediaan air baku di Kabupaten Pulau Morotai kemudian proyek embung konservasi.
“Kita tetap melanjutkan kegiatan irigasi yang sedang berjalan dan di selesaikan karena itu dilakukan secara bertahap yang ada di Kabupaten Halmahera Timur, Air Baku di Pulau Morotai juga kemudian ada juga kegiatan yang sifatnya menahan air lebih lama di daratan istilahnya konservasi atau embung konservasi” Pungkasnya.
Ia berharap, pada saat melakukan pengusulan di pusat ada dukungan dari DPR RI Komisi IX sehingga syukur-syukur dananya bisa di tambah. (MPP/Alan)



