MEDIA PURNA POLRI,ROHIL- JPU sidangkan pengusaha Dok asal Bagansiapi-api Terdakwa Atong (48) warga Jalan SGB Bagansiapi-api jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Rokan Hilir atas kasus perambahan kayu hutan untuk pembuatan kapal. Rabu 16 Januari 2019.

Sidang perdana itu dipimpin langsung oleh Majelis Hakim Faisal SH MH didampingin Hakim anggota Lukman Nul Hakim SH MH dan Boy Jefri Sembiring SH.

“Sidang perdana digelar dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marulitua Sitanggang SH diruang Sidang Candra.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus(Ditreskrimsus) Polda Riau menangkap Atong sebagai tersangka pelaku Illegal Logging yang merambah kayu hutan untuk pembuatan kapal di Kabupaten Rokan Hilir.

Penyelidikan itu sendiri berawal dari indivasi masyarakat yang menyebutkan bahwa tersangka kerap menggunakan kayu-kayu hutan ilegal sebagai bahan baku pembuatan kapal yang mayoritas digunakan nelayan untuk menangkap ikan tersebut.

Di lokasi ditemukan sedikitnya 1.071 keping kayu atau setara 64 kubik kayu hutan berbagai jenis dengan nilai tinggi seperti Meranti, Laban, Temutun dan Suntai.

“Kayu milik terdakwa Atong bukan merupakan kayu yang dibudidayakan dan diduga berasal dari hutan yang dilindungi. Terdakwa tidak memiliki dokumen resmi atas kepemilikan kayu.

Berdasarkan pengakuan terdakwa Atong membeli kayu olahan dari masyarakat dengan menggunakan gerobak sorong tampa dilengkapi dokumen diantarkan ke Dok,Terdakwa tampa mengkorcek terlebih dahulu kayu asalnya dari mana.

Dengan ini terdakwa dijerat dengan Pasal 83 Ayat 1 huruf b jo Pasal 12 Huruf e UU Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Setelah dakwaan dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) . Sebelum sidang ditutup Majelis Hakim Faisal SH MH menanyakan kepada Terdakwa apakah mengerti dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum,Jawab terdakwa Atong tidak mengerti Pak Hakim, Ujarnya.

Kemudian Majelis Hakim kembali menanyakan apakah sidang berikutnya mengajukan eksepsi, Jawab terdakwa iya Pak Hakim.(Tutur Suriadi MPP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini