MEDIA PURNA POLRI,MEDAN- Kapolda Sumut Irjen pol Agus Andrianto yang didampingi Waka Polda Brigjen pol Mardiaz Khusin Dwihananto serta dihadiri oleh para pejabat utama, paparkan situasi Kamtibmas 2018 wilayah Polda Sumut dan perkiraan situasi 2019 Penjabaran sesuai dengan pembagian bidang permasalahan. Bertempat di aula Tri Brata Polda Sumut, Kamis (27/12/2018) jam 11:00 wib.

Polda Sumut pada tahun 2018 melakukan perekrutan anggota Polri baik dari Akpol, SIPSS, Bintara, Tamtama sebanyak 587 pria dan 20 orang wanita.

1.140 Personil naik pangkat terdiri dari Pamen, Pama, Brigadir maupun PNS dan 2.096 orang Personil mendapatkan tanda kehormatan.

Bidang Pengawasan,Itwasda menerima 652 pengaduan masyarakat, yang dalam masa proses sebanyak 459, 44 dumas telah selesai dan 150 pengaduan masyarakat dinyatakan selesai karena tidak benar.

Bila dibandingkan tahun 2017 terjadi penurunan 115 pengaduan masyarakat atau sekitar 14,99%.

Bidang Propam di tahun 2018 telah melakukan penindakan terhadap anggota Polri yang bermasalah disiplin, kode etik dan pidana sebanyak 806 kasus jumlah ini meningkat 14,51% di banding pada tahun 2017 sebanyak 689 kasus.

Bidang penegakkan hukum telah menangani kejahatan dan gangguan Kamtibmas sebanyak 35.065 kasus dan penyelesaian sebanyak 23.523 kasus dan jika dibandingkan tahun 2017 terjadi penurunan tingkat kejahatan sebanyak 5.710 kasus.

Dari berbagai kasus yang paling menonjol adalah kasus kepemilikan senjata api. Dalam kasus ini Polda Sumut telah melakukan penangkapan terhadap seorang berinisial SE warga Jalan Binjai Selatan atas kepemilikan senpi jenis Revolver dengan 6 butir peluru.

Sedangkan atas nama berinisial ZC warga Jalan Basyir Kelurahan Titi Kuning Kecamatan Medan Johor ,Polda Sumut juga menangkapnya dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal.

Sedangkan dalam kasus pembunuhan, Polda Sumut berhasil mengungkap kasus Pembunuhan yang terjadi di Tanjung Beringin dengan 3 orang TSK, di dusun Serba Jadi Kabupaten Deli Serdang Polda Sumut berhasil mengungkap dan menangkap 4 orang pelaku dan masih banyak lagi kasus pembunuhan yang berhasil di ungkap oleh Polda Sumut.

Dan yang paling menonjol dan yang menjadi pusat perhatian adalah kasus peredaran Narkoba.

Ditresnarkoba Polda Sumut tahun 2017 menangani 5.990 kasus dengan 7894 orang TSK dengan barang bukti Sabu 211,53 Kg, Ganja 2.842,65 Kg, 29.871 butir Ekstasi , 1500 butir pil Alprazolam, 7.072 pil Happy Five, 2.130 butir pil PCC dan 9 butir pil Xanax.

Sedangkan di tahun 2018 Ditresnarkoba Polda Sumut menangani 6.341 kasus ( naik 6%)

8.468 orang TSK ( naik 7%) dengan barang bukti :

Sabu 520,25 kg ( naik 145,94% ), Ganja 1.694,61 kg ( turun 38%), 176.917 butir pil Ekstasi ( naik (397%), 55 butir pil Epilon ( naik 100%), 15.913 butir Happy Five ( naik 9.356% ), 1500 Prozolam ( naik 100%), Kentamin 750 gram ( naik 100%).

Sedangkan untuk penertiban pasar Kapoldasu menyebutkan ada 13 pasar yang telah ditertibkan dan 2.408 baliho telah di tertibkan di kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Untuk kegiatan cipta kondisi, Kapolda Sumut dan jajaranya juga telah banyak melakukan berbagai macam kegiatan diantaranya silaturahmi dengan Abang becak, pengali kubur dan Bilal mayor, menanam 280,000 batang pohon mangrove di 5 Kabupaten dan masih banyak lagi hal positif yang telah dilakukan.

Usai memaparkan sejumlah prestasi Jenderal berbintang dua ini melakukan perkiraan situasi Kamtibmas di tahun 2019 yang aman dan terkendali .

” Polda Sumut akan terus meningkatkan tindakan dan pola-pola pelaksanaan tindakan sehingga lebih tepat dan efektif untuk situasi trend kamseltibcar lantas yang mengalami sedikit peningkatan namun melalui Anev situasi Kamseltibcar lantas pola penanganan penertiban lalu lintas dapat lebih di tingkatkan” Ucap Agus Andrianto. (JL Team MPP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini