MEDIA PURNA POLRI,MEDAN – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara menangkap 4 orang tersangka atas kasus dugaan pemalsuan surat tanah (grandsultan) seluas 800 meter di Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli. Penangkapan ke empat orang tersangka ini terkait permasalahan pembangunan jalan Tol Rute Medan-Binjai menjadi terhambat.

Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH MH menyampaikan, keempat orang tersangka tersebut terdiri dari satu pengacara yakni, Afrizon SH, dan tiga warga sipil yaitu, Tengku Awaluddin Taufik, Tengku Isyiwari, serta Tengku Azankhan. Namun untuk Tengku Azankhan tidak dilakukan penahanan, karena sedang menderita sakit stroke.

“Selama ini, pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Medan-Binjai mengalami kendala gugatan perdata menggunakan grandsultan palsu, sehingga pembangunannya terhambat,” ungkapnya kepada wartawan, di Mapolda Sumut, Rabu (26/12) siang.

Agus menjelaskan, modus para pelaku ialah dengan memalsukan foto copy dokumen grandsultan atas lahan tersebut. Selanjutnya, mereka meminta keterangan dari BPN, tapi surat jawaban BPN kemudian dipalsukan, lalu menempelkannya pada dokumen yang dibuat sendiri.

“Surat yang mereka foto copy itu ternyata tidak terdata di BPN. Selain itu, pelaku juga sama sekali tidak pernah melihat (dokumen asli grandsultan) nya,” jelas Kapolda Sumut.

Sambung Kapolda Sumut, atas pemalsuan grandsultan ini, proyek pembangunan infrastruktur jalan Tol yang dicanangkan presiden RI Joko Widodo menjadi terhambat. Untuk itu, Jenderal Bintang Dua ini berharap, agar pengadilan segera memutuskan perkaranya, sehingga pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai dapat segera dilaksanakan.(JL Team MPP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini