MEDIA PURNA POLRI,TENGGARONG- Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berbenah. Geliat pembangunan tersebut juga didukung penuh jajaran Polres Kukar. Seperti Polsek Loa Janan, terus memaksimalkan peranannya di masyarakat.

Tidak hanya dalam urusan keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas), namun ikut mendorong masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan, ditanami sayuran.

“Terbukti, kini Desa Loa Janan Ulu jadi penghasil sayuran yang memberikan banyak manfaat positif dirasakan warganya. Langkah ini, salah satunya berawal dari Program Kapolres Kukar yakni Ngopi Bareng.

Di mana beberapa waktu lalu, melalui kegiatan Ngopi Bareng kami dengan warga Loa Janan Ulu, disampaikan supaya membentuk KWT (Kelompok Wanita Tani) di Dusun Tegal Anyar,” Ucap Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari kepada harian ini.

Bak “gayung bersambut”, ide itu ditindaklanjuti sejumlah Tokoh warga Loa Janan. Apalagi dukungan juga diberikan Susilo, selaku Kepala Desa (Kades) Loa Janan Ulu, bersama Kepala Dusun (Kadus) Tegal Anyar, Kateno yang juga dikenal sebagai petugas penyuluh pertanian (PPL). Maka terbentuklah KWT Sekar Pertiwi 2 diketuai Sapiah.

“Sekarang bisa dilihat sendiri, bagaimana kondisi Loa Janan Ulu. Setiap pekarang rumah anggota KWT tampak tumbuh subur berbagai jenis sayuran. Ke depan ini terus dikembangkan bahkan bisa jadi objek argowisata.

Pengunjung ke Loa Janan Ulu bisa membeli sayur-mayur memetik sendiri dari kebun,” Ucap Djauhari, sapaan akrab Kapolsek Loa Janan.

Nah, Senin (17/12) pagi, Polsek Loa Janan kembali menggelar kegiatan Ngopi Bareng di Loa Janan Ulu. Tentu saja suasana pertemuan dihadiri berbagai unsur masyarakat desa tersebut, berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Setelah acara seremonial berupa sambutan disampaikan Kapolsek hingga Kades selesai, dilanjutkan peninjauan ke kebun sayur milik KWT Sekar Pertiwi 2.

“Tentu saja kami terus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas ke masyarakat. Sehingga jika terjadi gangguan Kamtibmas, maka warga bisa langsung melapor ke petugas kami.

Terus pula diimbau, agar masyarakat tidak mudah terhasut dengan berita-berita di media sosial yang bisa saja hoax atau berita bohong,” Ucap Djauhari, lagi. (Monty)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini