MEDIA PURNA POLRI,KOTA KUPANG- Steven Daniel Here Bekak, Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Kantor Lurah Oesapa akhirnya bisa menghirup udara segar setelah di tahan selama tiga bulan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kupang.

Kepada media ini Steven bersama kuasa hukumnya mengungkapkan rasa ke kegembiraan dan terharunya di Transmart Kupang, Kamis (13/12/2018).

Steven menuturkan, dirinya di tahan dalam tahanan rutan oleh penuntut umum sejak tanggal 20 september 2018 sampai dengan 9 oktober 2018.

Kemudian Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 25 sepetember 2018 sampai dengan tanggal 24 oktober 2018. dan di perpanjang lagi oleh ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 25 oktober sampai dengan tanggal 23 desember 2018.

” Saya di tahan dalam kasus tuduhan penggelapan sertifikat hak milik Ayah Saya”, Kata Steven.

Ia melanjutkan, Jadi kasus ini sudah pernah di perkarakan di PTUN Kupang tahun 2017 dan di menangkan dalam tingkat praperadilan dan ketika putusan inkra datang, Saya di kenakan penggelapan dalam pasal 372.

Kemudian terakhir kasus ini Saya serahkan kepada kuasa hukum Bapak Samuel Haning SH, MH dan teman-temannya untuk membantu dan membela Saya.

Sementara itu Samuel Haning SH, MH kuasa hukum dari Steven Daniel Here Bekak mengatakan, benar Pak Steven memberikan kuasa kepada Saya selaku ketua tim dan teman-teman yakni Simson Lasi SH, MH, Marthen Dillak SH, MH, Advokat dan Konsultan Hukum pada Samuel Haning & partner yang beralamat di jalan Banteng Nomor 7, Nunleu, Kota Kupang berdasarkan surat kuasa khusus Nomor: 034/SKK.Pdn/SH/IX/2018, Tanggal 28 yang telah di daftar di Pengadilan Negeri kupang dengan register nomor : 174/LGS/SK/PID/2018/PN Kpg, Tanggal 17-10-2018.

Dan hari ini Hakim membacakan petikan putusan dengan nomor : 244/Pid/.B/2018/PN Kpg

Memperhatikan, pasal 191 ayat (2) Undang-Undang nomor 8 tahun 1981 tentang hukum acara pidana serta peraturan peraturan perundang undangan lain yang bersangkutan.

(1).Menyatakan Terdakwa Steven Daniel Here Bekak terbukti melakukan perbuatan yang di dakwakan tetapi perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana.

(2).Melepaskan terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum.

(3).Memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabatnya.

(4).Memerintahkan agar terdakwa di keluarkan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan.

(5).Menetapkan agar barang bukti berupa satu lembar kwitansi jual beli tertanggal 28 september 2016, satu sertifikat hak milik nomor : 637/1981 atas nama Steven Daniel Here Bekak, di kembalikan kepada saksi Jacobis Mercy Siubelan.

(6).Membebankan biaya perkara ini kepada Negara.

Untuk di ketahui dalam perkara ini Hakim yang diketuai oleh A A Made Aripathi Nawaksara SH, MH, dan hakim anggota, Ari Prabowo SH dan A A Gede Oka Mahardika SH.

Putusan ini di ucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari kamis tanggal 13 desember 2018 oleh hakim ketua dengan didampingi oleh hakim anggota serta di bantu oleh Merike Ester Lau, SH panitera pengganti pada pengadilan Negeri Kupang, serta di hadiri oleh Kandra Buana, SH penuntut umum dan terdakwa di dampingi oleh penasehat hukumnya.

(Oscar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini