MEDIA PURNA POLRI, NISEL – Dalam masa istirahat (off) tahun ini sampai bulan Februari tahun 2019, warga Desa Baruyu Lasara, Hiliamodula dan Loboi minta Maneger Resort Sibelo segera revisi karyawan. Tolong terima warga Desa setempat.

Warga kami sudah banyak yang tamat sarjana, SMK dan SMU bahkan keluarga besar asal pemilik tanah ada yang sarjana Bahasa Inggiris. Butuh pekerjaan dan makan. Kata mereka, ini memang sangat ironis, peluang pekerjaan yang ada di kampung kami justuru di nikmati orang lain, kami menjadi buruh tani dan penonton setia. Apakah kami tidak layak menjadi humas, operator dan sebagainya di Resort itu, ujar  tokoh masyarakat setempat yang tidak mau ditulis namanya.

Selanjutnya, kepada Tim wartawan MPP,  warga ke 3 Desa,  mereka mengeluh, karena hal ini sudah sering disampaikan kepada Maneger Resot Sibelo secara tata muka, tapi belum ada perhatian. Pada periode off ini (istirahat), kami minta “Revisi Karyawan Resort Sibelo” dan tepati “MOU” agar tidak terjadi keributan. Berikan peluang pekerjaan itu kepada warga Desa Loboi, Baruyu Lasara dan Hiliamodula, serta kepada keluarga besar Marga Laowo asal pemilik tanah Resort Sibelo,  baik untuk tenaga kerja maupun pemasukan barang  kebutuhan resort,  tegasnya.

Salah seorang pemuda setempat berkata, wajar-wajar saja kalau terjadi kecemburuan sosial, karena selama ini kami hanya sebagai penonton saja. Apabila Manajemen Resort Sibelo tidak peduli, lambat atau cepat hal ini akan menjadi pemicu permasalahan. Tidak tertutup kemungkinan  pemuda kami akan datang ramai ramai ke Resort saat tamu datang, tegasnya.

Selanjutnya pemuda itu bercerita tentang asal Tanah Resort Sibelo, Tanah Resort Sibelo merupakan harta pusaka tua dari Marga Laowo Desa Baruyu Lasara, kakek dari Bapak yang menjual tanah itu. Setelah dibagi-bagi maka bagian mereka djual  kepada David Mulyadi. Tidak benar kalau ada yang mengaku dari marga lain, asal tanah itu dari kakeknya.

Tentang keberadaan Resort Sibelo dilingkungan Desa Baruyu Lasara, Loboi dan Hiliamodula, kami dukung sepenuhnya agar Resort itu beroperasi. Kami tidak pernah menolak Manager yang ditunjuk Perusahaan atau Mr. Rider. Siapa saja bulenya, welcome ……… aman, kata mereka ke wartawan MPP.

 

 

Isu-isu yang berkembang bahwa warga Desa Baruyu Lasara, Hiliamodula dan Loboi menolak Maneger yang ditunjuk Mr. Rider ((PT. Tanah Mimpi Tello) !!!!.  Itu tidak benar, dan mohon jangan cemarkan nama baik desa kami. Kami usir orang yang berbuat jelek begitu, ia mengakhiri (tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini