MEDIA PURNA POLRI,LAMPUNG SELATAN- Curah hujan cukup lebat,Puluhan rumah penduduk Desa Tarahan,Kecamatan Katibung Lampung Selatan kebanjiran,Kamis Malam,(29/11/2018),Sekitar Pukul 22:00 Wib.

Puluhan rumah yang kebanjiran yakni di Dusun Bumi Jawa,Dusun Bumi Jaya,Perumahan Garabak,Banjir musiman ini diduga penyebabnya gorong-gorong PT.Tanjung Selaki penuh pasir dan lumpur,Sehingga air muara Garabak dari hulu ke hilir tidak mengalir, lancar”Ungkap Calon Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan,Junaidi kepada Media Purna Polri,Jum’at,(30/11/2018).

Benar dulu saat Saya menjabat Kepala Desa kami pernah bongkar gorong-gorong diatas tanah yang di Reklamasi PT.Tanjung Selaki,Karena banyak keluhan Warga yang rumahnya kebanjiran.

Bahkan menurutnya mengaku pernah dilaporkan oleh orangnya Andi Ajis, Saya baru bongkar satu gorong-gorong sudah dilaporkan pengerusakan dan diproses hukum diputus hukuman 6 bulan percobaan.

Bahkan Ajis memberikan kesaksian yang memberat kan Saya,Dia bilang Muara Garabak tidak patut di buat jembatan karena kali nya kecil dan dia lebih berat ke perusahaan ketimbang kepentingan masyarakat umum Jadi dekarang tinggal Masyarakat yang menilai.

“Biar Pemerintah Kecamatan Melek,dan mau sampai kapan Warga menderita kebanjiran Pak Camat,Kapan Pemerintah Kecamatan akan bertindak Tegas?,”Pungkasnya.

Berbeda dengan pengakuan,YS Warga Dusun Bumi Jaya mengeluhkan,gorong-gorong yang disamping rumah Putri Kuring itu ditutup dan dipindah yang sekarang melalui disebelah pintu masuk Pt Tanjung Selaki.

“Iya,Gorong-gorongnya ditutup,Bukan satu atau dua rumah yang kebanjiran,Tapi ada puluhan rumah Penduduk yang kebanjiran,Ganti bulan,Ganti tahun,Ganti Camat,Ganti Bupati,Kalau hujan turun kami tetap kebanjiran,Dari dulu tidak pernah ada solusi dari Pemerintah,Apa harus ada korban dulu baru ada solusi dari Pemerintahan,Kata dia.

Dari dulu Camat turun,Media turun,Badan Penangulangan Bencana Daerah turun tapi tidak mau mencari tahu apa penyebabnya,”Timpalnya.

Dihubungi terpisah,Aripin Warga Dusun Bumi Jawa yang rumahnya kebanjiran setinggi satu meter dan dari pengakuannya menjelaskan,Gorong-gorong di Jalan Lintas Sumatera(Jalinsum),tersumbat pasir dan lumpur,Ucapnya.

Sebenarnya dulu Pemerintah bukannya mengganti gorong-gorong,kenapa ini yang dibangun gorong-gorong,Harusnya Pemerintah membangun talud dan melebarkan talud,karena itu problemnya,Karena problemnya dari dulu ini-ini saja,”Tegasnya.

Berdasarkan pantauan Team Media Purna Polri Saat turun dilokasi,Arus lalu lintas dijalinsum terjadi kemacetan panjang,Sejumlah kendaraan mengular mulai dari Desa Rangai Tri Tunggal sampai ke Desa Tarahan,Namun Badan Penangulangan Bencana sudah turun tangan untuk menanggulangi banjir.(Hendra Media Purna Polri)

 

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini