Media Purna Polri, NTT – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Provinsi NTT, melakukan praktek mengenai cara pengolahan menu makanan berbahan dasar ikan dan kelor.

Saat di temui di ruang kerjanya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Yohana E. Lisapaly, SH, MSi. Kepada media ini, Jumat (2/11/2018) mengatakan bahwa, kegiatan latihan atau praktek pengolahan menu berbahan dasar ikan dan kelor ini dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT dan merupakan sinergitas OPD yakni antara Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Dinas Pendidikan.

” Saya selaku pimpinan di Dinas Pendidikan sekaligus sebagai penasehat Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan provinsi NTT, sangat mendukung penuh kegiatan positif ini,” kata Yohana.

Lanjut Lisapaly, karena mereka mempaktekan membuat mengelola ikan dan kelor menjadi satu makanan yang bisa di sajikan yakni abon ikan, bakso ikan , kaki naga ikan dan nugget ikan di campur dengan daun kelor, ini kan program pemprov. Pak Gubernur telah mencanangkan kelor sebagai makanan bergizi dan kedepannya menjadi salah satu komoditi industri. dan kami juga wajib sosialisasikan gemar mengkonsumsi ikan dan gemar tanam dan makan kelor.

Sementara ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Selvy Min Solango SE, sangat berterima kasih kepada pak Yohanis Pandie instruktur pelatihan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, yang telah melatih kami dan memberikan ilmu resep yang bagi kami sangat bermanfaat sekali.

“kegiatan ini kami laksanakan dari program bidang ekonomi untuk peningkatan kesejahteraan rumah tangga,” ucap nya.

Ia menambahkan, kegiatan ini kami kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan sehingga bagaimana ibu – ibu bisa berinovasi dan berkreasi mengelola ikan dan kelor. Ini pertama memulai dari keluarga bagaimana kita bisa mengajikan makanan yang sehat, bergizi dengan mengkreasikan ikan dan kelor untuk membuat bakso, abon, kaki naga dan nugget yang nenarik untuk di sukai Anak -Anak dan Keluarga, kita tahu bahwa kelor saja Anak – Anak kadang menghindar karena bosan, jadi kita berkreasi dalam bentuk dan rasa sehinga menarik untuk Mereka menyukainya.

Lebih lanjut Selvy, kegiatan pelatihan praktek pengolahan menu serba ikan dan kelor ini kami lakukan di aula Dinas Pendidikan Provinsi NTT melibatkan semua Ibu Dharma wanita Persatua (DWP) Dinas Pendidikan Provinsi NTT namun yang hadir hanya 30 orang. Dan besar harapan saya setelah selesai praktek ini, bisa di komersilkan menu yang mudah dan sederhana ini bisa di kembangkan di rumah untuk mendukung peningkatan ekonomi keluarga.

Ilmu yang diperoleh ini akan sangat bermanfaat ke depannya dalam mengembangkan potensi lokal yang selama ini dipandang sebelah mata.

Untuk itu, ilmu yang diperoleh ini bakal ditularkan kepada anggota DWP di instansinya sehingga mereka pun bisa mengembangkannya di rumah masing-masing.

“Kami berencana kedepannya setiap hari jumat, selain jumat sehat yaitu berolahraga kami juga mengiapkan menu makanan sehat dan bergizi bagi pegawai dan karyawan di sini ,” kata istri Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi NTT ini.

Sementara instruktur pengolahan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, Yohanis Pandie S.Pi menambahkan, Ia sangat senang dengan respon dan antusias dari Ibu – Ibu DWP Dinas Pendidikan Provinsi NTT, dengan ini mereka bisa membantu kami mensosialisasikan gemar mengkonsumsi ikan dan kelor.

“Ini sangat penting sekali karena tujuannya untuk bisa mendongrak tingkat mengkonsumsi ikan dan kelor di NTT, jadi lewat pelatihan ini bisa menggerakkan ibu – ibu Dharmawanita membantu kami mengkampanyekan gemar makan ikan di lingkungan mereka, ” kata Anis Pandie.

Harapan Anis Pandie, resep olahan yang sudah di berikan jangan stop di sini, tetapi harus di praktekan di rumah seperti ada acara ulang tahun atau pesta besar karena olahan – olahan ini sudah terukur kandungan gizinya dan resepnya sudah pasti, jadi ketika ibu – ibu mempraktekan tidak sulit. Kemudian ini juga bisa membuka lapangan pekerjaan, kebetulan saya juga sebagai ketua RW, saya melihat banyak bantuan pemerintah kepada masyarakat namun mereka belum siap menggunakan bantuan itu karena tidak punya keterampilan. Nah ini kan bisa dengan adanya pelatihan ini mungkin ibu – ibu Dasawisma bisa memanfaatkan karena cakupannya luas.

“Dan rencana kedepannya bukan hanya ikan dan kelor, namun rumput laut pun akan saya praktekan pada ibu – ibu dalam olahan seperti juice dan lainnya Supaya masyarakat bisa mengelolanya dalam bentuk resep minuman dan lainnya karena manfaatnya bagus untuk pencernaan dan ini merupakan satu program Gubernur NTT sekarang”, pungkas Yohanis Pandie. (Oscar Media Purna Polri)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini