MEDIA PURNA POLRI,KUKAR- Bertempat di Halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara Jl. Wolter Monginsidi Kel. Timbau Kec. Tenggarong Kab. Kutai Kartanegara dilaksanakan kegiatan Apel Akbar Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang ke 3, Tahun 2018 dengan tema “BERSAMA SANTRI DAMAILAH NEGERI”.Senin (22/10/2018) jam 08.00 wita.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Plt. Bupati Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M.Si dan Komandan Upacara Sdr. Iriyanto.
Adapun peserta Upacara antara lain :
1. 1 ( Satu )Pleton Korp Musik Pemda.
2. 1 (Satu) peleton pemuda pancasila.
3. 1 (Satu) Peleton Pagar Nusa.
4. 1 (Satu) Peleton Pemuda Panca Marga.
5. 1 (Satu) Pleton FKPPI.
6. 1 (Satu) Pleton Satpol PP Kab. Kutai Kartanegara.
7. Siswa siswi MTS, Aliah dan Pondok Pesantren Se – Kab. Kukar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Kutai Kartanegara Drs. Edi Damansyah, M.Si, Ketua DPRD Kab. Kutai Kartanegara Salehuddin S.Sos,. S.Fil, Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Anwar Haidar S.IK,. M.Si, Dandim 0906 / Tenggarong LETKOL CZI Bayu Kurniawan SE. M.Tr (Han), Asisten 1 Kab. Kukar Chairil Anwar, Kepala Pengadilan Negeri Tenggarong, Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara, Sekda Kukar Sukhrawardy Tamu Undangan 200 orang.
Dalam kesempatan Upacara ini Irup membacakan Amanat tertulis Mentri Agama Republik Indonesia yang di sampaikan oleh Plt.Bupati Kukar sbb:
1. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang ” Hari Santri ” merupakan babak baru dalam sejarah umat Islam Indonesia. Mulai hari itu, kita dengan suka cita memperingati “Hari Santri” yang merupakan wujud relasi harmoni antara Pemerintah dan umat Islam, khususnya bagi kalangan kaum Santri.
2. Melalui upacara bendera Hari Santri kali ini, Saya ingin menyampaikan bahwa Kementerian Agama Republik Indonesia pada peringatan Hari Santri tahun 2018 ini mengusung tema,
” Bersama Santri Damailah Negeri “.
Isyu perdamaian diangkat sebagai respon atas kondisi Bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, polarisasi simpatisan politik, propaganda kekerasan, hingga terorisme.
(Monty)



