MEDIA PURNA POLRI,JAKARTA- Orang tua korban pengeroyokan Bobotoh yakni Siloam menceritakan pertama kali dirinya mendapatkan kabar anaknya tewas dari ketua RW03, Cengkareng Timur, Jakarta Barat yang memiliki saudara seorang Polisi di Bandung.

Kemudian, ketua RW diminta untuk mengecek alamat yang dikirim oleh anggota Polri itu untuk menberitahukan keluarganya kalau Haringga ada di Bandung Jawa Barat.

“Warga dari RW yang punya saudara Polisi di Bandung diminta tolong tanyain ada warga benar gak ada nama Haringga Sirila. Jam setengah 8 malam. Ada fotocopy KTP bener ini anak saya. Katanya anak ibu (Mira) di Bandung kayanya udah gak ada. Udah meninggal,” Terang dia Selasa (25/9).

Namun, kata Siloam, dirinya berusaha menghubungi Haringga untuk memastikan kalau kabar itu bohong. Selain itu, Ia juga ingin menghubungi ke Bandung tapi tidak mengetahui harus ke mana.

Sehingga, ia sempat menunggu kabar selanjutnya dari saudara RW 03 yang merupanan anggota Polri tersebut guna memudahkan Ia bertemu anaknya.

“Mau ngehubungin langsung ke sana juga enggak tahu ke mana,” Ucap dia.

Ia berharap, insiden anaknya yang tewas di tangan Bobotoh sebagai hari terakhir kekerasan dalam pertandingan sepak bola di Indonesia. Sebab, Ia tidak ingin ada korban jiwa dari pendukung sepak bola mana pun.

“Ya mudah-mudahan hari yang terakhir lah. Jangan sampe ada hari lainnya dari Persija atau Persib. Jangan sampai ada korban korban lain. Tadi datang fans Persija, datang banyak juga ke Indramayu,” Terangnya.

Sebelumnya diketahui, Haringga Sirila tewas di keroyok oleh suporter Persib Bandung, Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GLBA) pada Minggu (23/9).

Ia pun kemudian di makamkan di kampung halamannya di Jati Barang, Cirebon, Jawa Barat.

(Willy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini