MEDIA PURNA POLRI,TANGERANG – Badan pembinaan potensi keluarga besar (BPPKB)Banten gelar Apresiasi Peresmian Kantor Seketariat, sekaligus dikemas sebagai Aksi Peduli Kemanusiaan Gempa Lombok.Di Jalan Utama Kawasan Industri PT.victory Cingluh lapangan Markas komando DPAC Pasar Kemis Tangerang, Rabu (29/8/2018).Malam.

Peresmian kantor Seketariat  DPAC BPPKB Pasar Kemis, dilakukan Ketua  TB.A.Azis didampingi Waka1 Agus.Sunarya SH , Waka2  Henki Henkesa , Pembina H.Muhlisin (Arya) , Pembina Dedi Suhendi.SH ( Chubil ), Panglima Ali Badai,Sekretaris Kaerudin, Wakasekjen,Ajie Sholihin SE,
Pengembangan Organisasi
Ben Boy ,Oppah Silla, Bang Yusak Jaro Irvan ,Srikandi Henny, Srikandi Heriah,Srikandi Wulan,Srikandi Ani , Srikandi Lasmini,Srikandi Eka widyawati,Srikandi Ica,

Ketua Tb.A.Azis DPAC  Pasar Kemis  menempati kantor baru yang dinilai lebih strategis berada di tengah jantung Kawasan PT.
Victory cingluh Pasar kemis
Selain pengguntingan pita, pemotongan tumpeng . Dia berharap dengan menempati kantor baru supaya lebih percaya diri dalam bekerja dan berjuang.

Lebih lanjut disampaikan, penggalangan bantuan kemanusian ini bersinergi dengan elemen masyarakat Solidaritas Pasar Kemis untuk Gempa Lombok. Termasuk dengan BPPKB Sepantura. “Terima kasih dan saya sangat bangga melihat masyarakat. Khususnya, Anggota BPPKB Pac Pasar Kemis yang hadir menyaksikan Gebyar Panggung dangdut dan juga turut serta berdonasi,” terangnya.

diiringi Lagu Lestari Alamku selesai, dilanjutkan dengan lagu “Mars BPPKB”  Tak lama kemudian Srikandi Bppkb mengedarkan kotak donasi yang tersedia dan diawali pejabat Kepala Desa bapak Usnata ( Usdek) yang turut serta Mendonasikan  Sedikit banyak rejekinya untuk gempa Lombok.

KH.Abah Adung abdul haris Dalam acara tersebut ditandai dengan pembacaan doa dan Selain pengguntingan pita, pemotongan tumpeng, nasi tumpeng itu pada bagian bawah terdapat beragam lauk-pauk, mulai daging ayam, kacang-kacangan, telor, lalapan, sambal, sampai urab. “Di tubuh BPPKB itu pun seperti itu, di bagian bawah terdapat beragam anggota beraneka ragam,” katanya di hadapan puluhan pengurus.

Tapi, semakin ke atas dari nasi tumpeng itu semakin mengerucut. “Pada pucuk tumpeng itulah posisi seorang pemimpin. Pemimpin harus memahami dan mengayomi keberagaman di bagian bawah organisasi,” jelasnya.

Walaupun dilaksanakan dalam keadaan sederhana tetapi acara tersebut tetap berlangsung dengan hikmat. ( Zaenal.A/ Ophoy )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini