Media Purna Polri, Bogor – Pencemaran lingkungan hidup di Desa Cinangka Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat yang sempat buming di tahun 2013 sekarang terlihat seperti hilang tanpa kesan.

Projek emkapsulasi limbah B3 perdana yang ditandatangani Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan PROF.DR. BALTHASAR KAMBUAYA MBA pada saat itu sempat dibuat batu prasasti dan plank nama oleh kementerian lingkungan hidup.

Akan tetapi pada hari Sabtu (18/08/2018) saat saya datang kelokasi  saat ini plang nama tersebut sekarang sudah hilang tidak tau kemana rimbanya,Hanya terlihat batu prasasti dan drum bertulisan AMPHIBI dilokasi tersebut.  “Pungkas Agus Salim Tanjung,So,Si Ketua Umum Lembaga Lingkungan Hidup AMPHIBI.

Pada tahun 2016 lalu Kementerian LHK juga melakukan tender clean up limbah B3 jenis pb yang dimenangkan oleh PT.PRIA dengan nilai tender 3.100.000.000.-.

Agus Salim Tanjung,So,Si saat dimintai keterangan oleh Ketua Umum AWAN PERS mengatakan bahwa lokasi clean up tersebut seharusnya benar-benar di kontrol.Bukan semata-mata hanya dibuat sebagai projek azas manfaat.

Beliau juga menyatakan kekecewaan nya kepada KLHK yang tertutup menjelaskan dikemanakan dan dijadikan apa limbah b3 jenis (pb) yang pernah di Clean up dilokasi tersebut.

AMPHIBI pada bulan Desember tahun 2016 ikut ambil andil secara swadaya menyumbangkan pohon mahoni sebanyak 270 pohon.

Saat itu perwakilan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan KLHK bersama dinas lingkungan hidup Kabupaten Bogor hanya menanam 1 pohon Jabon (jati kebon).

Pohon seremonial yang ditanam KLHK dan DLH Kabupaten Bogor sekarangpun sudah tidak terlihat lagi “tegas Agus Salim Tanjung So,si sambil menunjukkan lokasi pohon dan plank nama KLHK,DLH Kabupaten Bogor.

Saat saya mengontrol pohon mahoni yang AMPHIBI  tanam sebanyak 270 pohon kenapa hanya 7 pohon yang terlihat hidup ? Ada apakah ini…? “tanya Agus Salim Tanjung So,si.

Sumber : Awan Pers

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini