MEDIA PURNA POLRI,DEPOK- Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pasca-insiden bom di beberapa Gereja di Surabaya,Jawa Timur anggota Tim Densus 88 anti teror Mabes Polri telah menangkap sekitar 200 terduga teroris di seluruh Indonesia.
“Kita tidak berhenti ungkap bom Surabaya, ada 194 ditambah tiga wilayah Indramayu dan terbaru sekarang ada sembilan yang ditangkap total ada lebih dari 200 terduga teroris semenjak bom Surabaya,”Jelas Kapolri.
Jenderal Polisi Tito mengaku pihaknya tidak ambil pusing jika ada kritikan soal penindakan tegas aparat ke teroris. Sesuai aturan hukum di Indonesia maupun PBB menyebutkan tindakan tegas diberikan ke pelaku jika sudah membahayakan petugas atau masyarakat.
“Terorisme akan kita ungkap terus. Kecuali mereka mau berdialog , tapi jika kita yang berdialog nanti dulu, kita tunjukkan Negara kita lebih kuat dari teroris,” Ujar Kapolri di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Senin (16/7/2018) siang.
Berdasarkan Undang-Undang tentang Terorisme No.5 Tahun 2018 dijelaskan tindakan tegas dari pihak berwenang (Tim Densus 88) dilakukan jika terduga teroris melawan dan membahayakan petugas maupun masyarakat.
“Jaringan ini di mana saja sudah kita ketahui. Upaya kita terus bertindak, dan kejar. Jika sudah buka pintu, maka kami tidak akan berhenti masuk ke ratusan terduga yaitu itu 17 diantaranya meninggal,”Tutup Kapolri.
“Saya sudah sampaikan kita berhadapan bukan pelaku biasa, mereka siap mati jangan ambil resiko kalau mengancam petugas dan itu sudah diatur dalam PBB, yang menyatakan bahwa ketika ada ancaman seketika kepada petugas kita bisa melakukan penindakan termasuk kekuatan yang mematikan. (Mpp.Yusuf)



