MEMBANGUN DIRI MENJADI PROFESIONAL
Oleh : Kompol (P) H. Moch. Abdurochim

Mengulang-ulang topik tentang profesional tidak pernah membosankan. Harapannya mengingatkan pada saya pribadi dan para pembaca agar tertanam nilai-nilai profesionalisme di dalam diri sehingga dapat membangun karakter bangsa yang semakin kuat dan tidak mudah menyerah.
Profesionalisme diartikan sebagai melakukan suatu pekerjaan dengan didasari Visi, Misi dan tujuan yang jelas dalam arti Terarah, Terukur dan mempunyai jangka waktu pencapaiannya. Melakukan suatu pekerjaan tanpa dasar Visi, Misi dan tujuan atau melakukan suatu pekerjaan hanya untuk kesenangan semata disebut juga sebagai Amatir. Pelaku profesionalisme disebut Profesional.
Dalam menerapkan profesionalisme diperlukan nilai-nilai yang mendukungnya yaitu :
1. Pengetahuan dan Pemahaman
Untuk melakukan suatu pekerjaan tentu saja diperlukan ilmu pengetahuan yang cukup akan pekerjaan itu. Pengetahuan didapatkan dari proses belajar, Bisa bersumber dari membaca buku (otodidak), Sekolah-sekolah, Seminar-seminar atau panduan dari seorang mentor. Pengetahuan harus disertai dengan pemahaman. Tanpa pemahaman maka ilmu pengetahuan tidak akan berarti apa-apa.
2. Pola Pikir (Mind Set)
Pola pikir adalah cara kita memahami skala prioritas dalam suatu pekerjaan yang terbentuk dari pemikiran diri sendiri atau karena kebiasaan atau mencontoh dari lingkungan.
Pola pikir profesional didukung oleh beberapa faktor, yaitu :
a. Konsistensi
b. Fokus
c. Daya Juang
d. Kemampuan mengukur
e. Kemampuan memperhitungkan segala kemungkinan
f. Kemauan untuk selalu belajar (tidak berhenti belajar)
g. Kemampuan memahami proses.
Bila kita menginginkan pola pikir professional, Maka kita perlu menerapkan faktor-faktor tersebut di atas pada diri kita. Bila kita ingin sukses, Maka pelajari kebiasaan orang-orang sukses atau lingkungan orang sukses.
3. Semangat
Semangat adalah dorongan yang berasal dari dalam diri seseorang untuk melakukan yang terbaik. Semangat sangat dipengaruhi oleh pola pikir. Dalam kondisi apapun, Semangat akan tetap terjaga bila kita mempunyai pola pikir yang benar. Pribadi yang berkembang akan mempunyai kondisi semangat yang berubah-ubah, Sedangkan pribadi yang profesional mempunyai semangat yang tetap membara dalam kondisi apapun, Bahkan pada saat dia tahu bahwa waktu dan uang sudah hampir habis untuk mencapai tujuannya.
4. Skill (Keterampilan)
Skill atau keterampilan adalah kemampuan melakukan suatu pekerjaan dengan baik sehingga hasilnya sesuai dengan harapan. Agar mempunyai keterampilan yang memadai, Maka dibutuhkan pengulangan atau latihan yang berulang-ulang sehingga menjadi ahli.
Ada ungkapan “Orang sukses adalah orang yang mengendalikan ketakutan menjadi kekuatan”. Apabila anda ingin menjadi profesional dalam kesuksesan, Artinya anda harus menerampilkan diri untuk mengendalikan ketakutan anda menjadi kekuatan. Seseorang profesional akan terampil menjalankan profesinya apabila dia melakukannya berulangkali. Ketika gagal, Dia akan mencobanya lagi berulang-ulang sehingga sukses dan akhirnya menjadi ahli dalam menjalankan profesinya. Skill terbentuk karena konsistensi.
Skill terdiri dari soft skill dan hard skill. Soft skill adalah kemampuan mengembangkan potensi emosional diri, Sedangkan hard skill adalah kemampuan mengembangkan potensi luar diri. Idealnya seorang profesional mempunyai soft skill dan hard skill yang seimbang.
5. Komitmen
Komitmen adalah menetapkan diri pada suatu tujuan hingga tercapai atau dengan batas waktu tertentu berdasarkan pemahaman prosesnya.
Komitmen harus ditetapkan dengan jelas, Baik dari segi waktu, Cara, Strategi dan hasil pencapaiannya.
Penetapan komitmen dari segi waktu adalah menetapkan berapa lama akan melakukan suatu pekerjaan. Misalnya adalah : dalam 1 tahun akan melakukan suatu pekerjaan, Bila sukses dalam 1 tahun akan diteruskan dan bila gagal akan berpindah ke pekerjaan lain.
Penetapan komitmen dari segi cara adalah menetapkan suatu pencapaian secara pribadi atau team. Bila anda menetapkan secara pribadi maka anda perlu komitmen pribadi, Dan bila anda menetapkan secara team, Maka anda perlu komitmen pribadi dan komitmen team.
Penetapan komitmen dari segi strategi adalah menetapkan suatu strategi untuk mencapai tujuan bersandarkan pada metode-metode yang sudah ditetapkan oleh pribadi atau oleh team.
Penetapan komitmen dari segi hasil adalah menetapkan diri untuk tidak berhenti sampai hasil diraih/dicapai baik secara team ataupun secara pribadi.
6. Sikap
Sikap adalah kombinasi dari persepsi/kepercayaan, Cara bertindak dan keyakinan/iman yang dimiliki untuk menciptakan hasil.
Sikap merupakan nilai profesionalisme yang paling krusial dalam mendukung karir profesional. Kelima nilai profesionalisme yang telah dibahas sebelumnya akan menentukan terbentuknya sikap profesional, Namun sikap juga yang menentukan kekuatan kelima nilai profesionalisme tersebut.
Sikap yang positif akan mengarahkan terciptanya hasil yang positif, Dan sikap yang negatif akan mengarahkan terciptanya hasil yang negatif.
Semoga bermanfaat dan salam profesional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini