Beragam Potensi Wisata Di Kepsul Mendorong Pemda Gelar Festival Maksaira

"BERANI KARENA BENAR"

95
views

Media Purna Polri, Kepsul – Kabupaten Kepulauan Sula, (Kepsul), Maluku Utara memiliki beragam potensi wisata diantaranya wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah serta wisata bahari. Hal ini yang mendorong Pemda Kepsul menggelar Festival Maksaira sebagai kegiatan tahunan. Ciri khas dari festival yang telah digelar yang ketiga kalinya ini, salah satu rangkaian kegiatannya adalah lomba mancing Ikan Kerapu dengan lokasi mancing di Pantai Desa Wai Ipa, Kecamatan Kota Sanana hingga pantai Desa Bajo Kecamatan Sanana Utara, Kepsul.

Festival Maksaira 2018 tersebut berlangsung pada Minggu (15/4/2018) Pukul 14.00-18.00 Wit, yang berlokasi di pantai wai Ipa. Khusus pada Festival Maksaira 2018, akan dicatatkan dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), yakni lomba memancing Ikan Kerapu peserta terbanyak. Upaya penciptaan Rekor Muri ini sebenarnya bukan yang pertamanya dilakukan, pada tahun 2015, penghargaan Muri pernah raih oleh Kabupaten Sula atas prestasi membakar ikan secara bersama-sama sepanjang 15 kilometer. Bakar ikan dengan menggunakan bambu sebagai alat bakar ikan tradisional yang membentang dari Desa Wailau, Mangon sampai ke Desa Fetcai, kata Kapala Bagian Humas dan Protokoler Kepsul Bassaludin Kepada waetawan Purna Polri Selasa (3/4/2018) siang tadi.

“Dalam penyelenggaraan kegiatan ini Pemda Kepsul bekerja sama dengam sejumlah pihak terkait, yakni 1. PT PIES selaku Event Organizer, 2. MURI, 3. Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula. Selaij itu program pembangunan Daerah kedepan adalah Membangun Daerah industri perikanan, pertanian, dan pariwisata berbasis wawasan dan teknologi tepat guna. Menjadikan Kabupaten Kepulauan Sula sebagai daerah tujuan wisata di Provisin Maluku Utara dan Pengembangan Destinasi wisata yang potensial yang berkearifan lokal untuk mendukung industri wisata nasional,”ungkapnya.

Kata Bass sapaan akrab, Maksaira, oleh masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula dimaknai sebagai musyawarah untuk membangun kebersamaan dalam menyelesaikan pekerjaan (gotong royong) untuk kemajuan bersama, maka Rekor MURI bakar ikan terpanjang yang pernah dilaksanakan di tahun 2015 dan mancing ikan kerapu peserta terbanyak yang akan dilaksanakan di tahun 2018, tidak terlepas dari semangat kearifan lokal masyarakat Sula untuk membangun kebersamaan, gotong-royong, yang tercermin dalam Festival Maksaira 2018 ini,” Jelasnya.

Ditambahkan, Potensi sumber daya alam Kabupaten Kepulauan Sula dalam mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah pada saat ini, masih bertumpu pada sektor perikanan dan perkebunan. Padahal, alam daerah ini menyimpan potensi besar di sektor kepariwisataan, baik wisata alam, budaya, sejarah dan wisata bahari, objek wisata alam antara lain Pantai Wai Ipa, Pantai Fatkauyon, pantai Mangoli, Teluk Harimau, telaga Kabau, Pulau Kucing, air terjun Wailau, air terjun Waitina, Selat Capalulu, Pulau Pagama, wisata sejarah diantaranya benteng peninggalan Portogis (De Verwachting Alting), air santosa, batu gadis (fatfina koa), kuburan Imam Jawa, tanjung mata aya bo fat tina, wisata bahari diantaranya pantai Baleha, pantai Fatkauyon, pantai teluk harimau, pantai selat capalulu, pantai desa waisum, wisata budaya diantaranya, tarian denge, gambus, bambu gila, silat tradisional, belayai, laur dan laka baka.

Ditambahkan, Jumlah Penduduk Kabupaten Kepulauan Sula 97.177 jiwa terdiri dari laki-laki 49.203 jiwa, perempuan 49.974 jiwa, Mata pencaharian mayoritas penduduk Kabupaten Kepulauan Sula adalah nelayan. Dengan luas lautan mencapai kurang lebih 14.500 km persegi atau 60% dari total wilayah daratan, dengan demikian Kabupaten ini menyimpan potensi perikanan yang cukup besar. Pulau Sulabesi dan Pulau Mangoli adalah penghasil komoditi perkebunan kelapa, cacao, jambu mente, pala dan cengkeh. (Rais)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini