MPP , Batam – Rabu 14 maret 2018 awak media Purna Polri konfirmasi kepada ibu dorkas, SH yang menerima surat hibah tanah seluas lebih kurang 2, 5 hektar dari bapak Saridin selaku pemegang surat grend yang terletak di wilayah lahan Kebun sayur taman Yose Rt 09/02 Kelurahan Sambu Kecamatan Nongsa Batam, yang di mana tanah tersebut di peruntukkan untuk masyarakat tembesi buton yang dari hasil kesepakatan pengadilan untuk menyiapkan kapling – kapling untuk pindahan kampung tembesi buton yang sudah tujuh tahun belum terlaksana namun baru kali ini terlaksana sudah di obok – obok pekerjaannya oleh oknum – oknum yang mengatasnamakan pemerintah dari dinas lingkungan hidup dari Gakum Medan yang bernama ED dan malah menyebutkan salah satu oknum Jenderal dari kepolisian yang ternama saat ini.” ujar ibu dorkas ke awak media dengan geramnya.

Ibu Dorkas juga mengatakan bahwa pematangan lahan ini program prona yang resmi oleh pemerintah namun di kotori oleh oknum berseragam yang tiba – tiba dan serta merta tanpa konfirmasi dan bertanya siapa pemiliknya atau yang bertanggungjawab dan tanpa ada surat panggilan atau polis line dari dinas kepolisian atau papan nama bahwa itu adalah lahan bermasalah atau lahan hutan lindung ini terjadi pada hari kamis, 8 maret 2018 pukul 17.20 wib dan setelah beberapa waktu datanglah Ibu Dorkas dan bertanya tentang surat tugas kepada oknum berseragam tersebut dan surat di perlihatkan dengan foto copy dari kepolisian dan dari kehutanan yang isinya adalah hanya patroli lingkungan namun kenyataanya terjadi tindakan yang tidak manusiawi seperti pembukaan keran solar yang baru di beli untuk perkerjaan satu minggu serta ironisnya lagi perampasan hp operator oleh oknum dinas berseragam dengan paksa, akibat insiden ini operator tersebut trauma berat, dan pula akibat pembukaan keran solar maka solar tumpah dan menggalir ke mana – mana, apakah ini aparatur pemerintah yang benar ?.”Ujar Ibu Dorkas.

Yang paling menyedihkan lagi Operator di sekap  dari pukul 17.20 wib sampai jam 4 pagi tanpa di kasih makan.” ujar Ibu Dorkas ke awak media.

Hasil di selesaikan secara hukum yang berlaku, ujarnya dengan tegas dan aksi tersebut di lakukan di luar jam dinas kerja, dalam hal ini jelas – jelas pelanggaran yang berat dan tidak manusiawi.”ujar Ibu di Dorkas dengan tegas.

yang sangat di sesalkan Ibu Dorkas tindakan para penegak hukum yang turun ke lokasi seperti preman, Dalam hal ini Otorita Batam harus koperatif untuk menanggani polemik – polemik yang berlarut – larut di kota batam Demi nyamanya program wali kota batam, yaitu Batam madani.”ujar Ibu Dorkas.

Bahkan yang paling di sayangkan kejadian tersebut di duga telah di rencanakan karna begitu terjadi penyanderaan operator beko dan begitu pula transport ( Logo ) datang untuk membawa alat berat tersebut yang anehnya lagi alat berat tersebut bukan di bawa ke kantor dinas kehutanan namun ke belakang kantor dinas kebakaran.”ujar Ibu Dorkas.

Dalam kejadian ini di duga ada permainan orang yang ingin menggagalkan pekerjaan tersebut sambil hela napas dengan kesal Ibu Dorkas selama pekerjaan pengawalan tersebut ada oknum Polisi Militer melihat dengan jelas kejadian tersebut namun tidak ada tindakan menghalangi atau kejadian tersebut.”ujar Ibu Dorkas

Awak media langsung mengkonfirmasi ke kantor Polisi Militer Batam namun pimpinan sedang keluar kota kata salah satu anggota yang ada pada itu , Di dalam kejadian tersebut Ibu Dorkas melakukan upaya hukum untuk melakukan pelaporan resmi ke Polda Kepri bahkan sudah koordinasi ke pusat. ( ruslan ).

Bersambung ….

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini