Oleh : Kompol (P) H. Rd. Moch. Abdurochim

Eksistensi berasal dari kata bahasa latin yaitu existere yang artinya muncul, Ada, Timbul, Memiliki keberadaan aktual. Existere disusun dari ex yang artinya keluar dan sistere yang artinya tampil atau muncul.

Eksistensi membutuhkan konsistensi. Suatu media baik elektronik ataupun cetak perlu mempertahankan rutinitas penerbitan sehingga bisa tetap eksis di jagat pers. Dibutuhkan ide-ide segar dan semangat yang berkelanjutan guna menjaga eksistensi suatu media. Karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga eksistensi suatu media, diantaranya adalah :

1. Kerja Efisien dan Efektif
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Istilah efektif berarti memiliki efek (Pengaruh, Akibat, Kesan), Mujarab atau manjur (obat), Membawa hasil atau berhasil (Usaha, Tindakan) dan mulai berlaku (Peraturan, Undang-undang). Jadi pengertian efektif dapat dijabarkan sebagai suatu pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan tepat waktu dan sesuai seperti rencana yang sebelumnya telah ditetapkan. Atau dengan kata lain efektif bermakna dapat mencapai tujuan maksimal seperti yang diharapkan. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kata efisien diartikan sebagai sesuai atau tepat untuk menghasilkan sesuatu tanpa membuang biaya, Waktu dan tenaga, Dapat menjalankan tugas secara cermat dan tepat, Bertepat guna, Berdaya guna. Bekerja secara efisien adalah bekerja dan menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat, Hemat, Tepat dan selamat. Tentunya setiap awak media memiliki cara masing-masing yang bisa digunakan untuk membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Dasarnya sama, Membuat rencana, Mengatur taget waktu yang diperlukan dan menerapkan rencana berdasarkan target waktu yang telah ditetapkan.

2. Memperbanyak Referensi dan Mengembangkan ide
Referensi berguna untuk memberikan keluasan wawasan. Dengan luasnya wawasan, Maka awak media akan bisa melihat atau merefleksikan suatu permasalahan dari berbagai sudut pandang. Hasilnya diharapkan akan memberikan ide-ide baru dan pola-pola baru yang bisa dikembangkan demi menopang eksistensi media.

3. Jadilah Profesional berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia orang yang mempunyai kepandaian khusus untuk menjalankan suatu profesi, Atau bisa dikatakan terampil dalam pekerjaannya. Dasar seseorang agar bisa terampil dalam pekerjaannya dimulai dari punya rasa tanggung jawab terhadap pelaksanaan segala hal dalam perjalanan karier dan pekerjaanya. Profesional sejati akan selalu belajar meningkatkan kompetensi yang mendukung profesinya dengan cara berlatih, Bekerja keras dan tekun berusaha. Sikap profesional pasti akan mendukung eksistensi media.

4. Tetap Independen Ibu Kasihhati dalam tulisannya tentang Memahami Jurnalistik menulis “Pers dapat dijadikan sebagai suatu ‘kekuatan besar’ Dalam mempengaruhi, Merubah perilaku, Dan menggerakkan masyarakat. Terutama dalam menggerakkan masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakann yang positif dan bermanfaat bagi kehidupannya. Sebaliknya juga, Pers bisa ‘diselewengkan’ untuk menggerakkan masyarakat melakukan tindakan-tindakan yang bersifat destruktif, Negatif atau tindakan-tindakan tidak bermanfaat lainnya”. Dari pemahaman itu bila dikaitkan dengan Eksistensi Media, Maka para awak media harus mengembangkan sikap Tetap Independen, Agar tidak disalahgunakan oleh kepentingan kelompok tertentu demi mencapai tujuannya. Artinya awak media harus selalu bersifat netral dan selalu menyajikan berita secara berimbang.

5. Mempunyai Keunikan/Ciri Khas
Keunikan/Ciri khas sering dikenal dengan istilah branding/merk, Yang mana tujuannya orang ketika melihat suatu tanda atau lambang akan mengingat/mengenali pemilik tanda/lambang itu. Pemilik bisa berarti perseorangan atau perusahaan. Ciri khas sangat penting artinya bagi eksistensi media, Karena sudah menjadi hukum alam bahwa sejarah mencatat seseorang/kelompok yang menonjol dalam suatu era. Perusahaan yang tidak berhasil mempertahankan ciri khasnya tidak akan eksis dan akan dilupakan.
6. Utamakan Kerja Tim Bekerja dalam tim akan lebih efektif dibandingkan bekerja sendiri-sendiri, Karena tidak setiap orang tahu semua jawaban atau tidak setiap orang memiliki keterampilan yang diperlukan pada suatu masalah. Memiliki tim akan meningkatkan peluang eksistensi media bertahan lebih lama. Tim yang baik akan memberikan dampak bagi setiap anggotanya berupa meningkatnya efektifitas dan efisiensi kerja, Mendapatkan ide-ide baru, Memperbanyak referensi atau pelajaran-pelajaran baru, Meningkatkan kemampuan berkomunikasi, Berbagi beban kerja dan menciptakan dukungan jaringan. Sikap yang harus dikembangkan oleh suatu tim adalah sikap memandang “Apa yang salah, Bukan siapa yang salah”. Karena kesalahan yang dilakukan oleh seseorang di dalam tim merupakan kesalahan tim.

Salam eksis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini