Media Purna Polri, Kaltara – Pemprov Kaltara membutuhkan dana yang cukup besar untuk melakukan penataan, Pengembangan dan pembangunan di sektor perhubungan, Dan diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
Kepala Dinas Perhubungan Kaltara Taupan Madjid menyampaikan, Jumlah yang dibutuhkan untuk pembangunan sektor perhubungan di Provinsi termuda di Tanah Air ini mencapai Rp 3,2 triliun. Letak Kaltara yang berada di belakang, Menjadi alasan biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sektor perhubungan. Kesempatan untuk meningkatkan dan membangun akses transportasi udara ke wilayah – wilayah yang sedang ini tidak bisa dicapai akses darat.
Setiap tahun Dishub Kaltara menerima dana, Dan di tahun 2018 ini mengalami peningkatan sekitar tiga kali dari tahun lalu, Yakni mencapai Rp 180 miliar.
“Namun, anggaran sebesar itu, Rp 80 miliar untuk membeli pesawat N-219 Nurtanio dan Rp 40-an miliar untuk pembebasan lahan. Jadi, Sebenarnya sama seperti nilai tahun lalu”, Jelas Taupan, Kamis (08/03/2018).
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau ini menjelaskan, Infrastruktur sektor perhubungan udara membutuhkan banyak sentuhan. Di Kaltara, Sebut saja Taupan, Ada enam bandara dan 20 pesawat terbang. Dari enam bandara, Baru empat bandara yang layak diterbangi pesawat komersial. Bandara Nunukan sudah melakukan kenaikan dengan tambahan panjang landasan 500 meter.
Sejauh ini, Bandara yang kondisinya belum standar dan harus ditingkatkan adalah Bandara Yuvai Semaring di Long Bawan, Kecamatan Krayan, Nunukan. “Itu yang buat angkatan darat, Dan masih dari tanah. Maskapai penerbangan tidak ada yang berani, Jadi harus segera dibenahi. Itu masih perlu dikeraskan landasan pacunya agar bisa pesawat-pesawat ATR”, Ujarnya.
Pihaknya juga masih melakukan verifikasi terhadap 20 pesawat terbang yang dinilai layak untuk diperbaiki. Pasalnya, Dunia penerbangan harus menyesuaikan standar yang ada. Jangan sampai ada kecelakaan penerbangan karena kondisi pesawat terbang atau tidak.
“Kami sudah meminta mana yang sudah diverifikasi agar dibantu oleh Kementerian Perhubungan. Jadi, Pembelian pesawat N-219 bisa digunakan di dermaga tersebut. Itu akan sangat membantu akses pesawat yang akan jadi ambulans udara, Serta angkutan penumpang dan barang. Ini dengan landasan 500 meter saja sudah bisa mendarat”, Pungkasnya. (Muh.Nafsir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan tulis komen anda!
Masukkan nama anda disini